Nanggroe Aceh

Diduga Gunakan BBM Subsidi, Operasional Alat Berat Proyek KNMP di Langsa Dipertanyakan

Avatar photo
×

Diduga Gunakan BBM Subsidi, Operasional Alat Berat Proyek KNMP di Langsa Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Diduga Gunakan BBM Subsidi, Operasional Alat Berat Proyek KNMP di Langsa Dipertanyakan
Diduga Gunakan BBM Subsidi, Operasional Alat Berat Proyek KNMP di Langsa Dipertanyakan. (Dok IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, LANGSA — Operasional sejumlah alat berat di Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Langsa, Aceh, menuai sorotan. Proyek bernilai miliaran rupiah itu diduga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang sejatinya diperuntukkan bagi kelompok dan sektor tertentu.

Dugaan tersebut menguat setelah ditemukan sejumlah jeriken berisi BBM di area proyek. Pantauan di lokasi, Kamis 15 Januari 2026, menunjukkan beberapa jeriken tersimpan di sekitar area kerja alat berat. Salah satu jeriken bahkan bertuliskan “TIA”, yang diduga berasal dari aktivitas pelansiran BBM subsidi.

Meski diduga menggunakan BBM bersubsidi, aktivitas alat berat di lokasi proyek tetap berjalan normal tanpa kendala pasokan bahan bakar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kepatuhan pelaksana proyek terhadap regulasi penggunaan BBM.

LIHAT JUGA:   Telan Rp10,7 Miliar, Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Langsa Belum Rampung

Proyek KNMP diketahui dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp10,7 miliar. Pelaksana proyek adalah PT Viola Cipta Mahakarya, dengan konsultan pengawasan CV Pelita Buana.

Diduga Gunakan BBM Subsidi, Operasional Alat Berat Proyek KNMP di Langsa Dipertanyakan
Jeriken diduga berisi BBM di area proyek. (Dok IndonesiaGlobal)

Saat dikonfirmasi, Bambang selaku legal Proyek KNMP di Langsa membenarkan adanya penggunaan BBM bersubsidi untuk operasional alat berat. Namun, ia menyatakan jumlahnya terbatas.

“Betul, tapi itu cuma sedikit saja. Kami tidak menimbun dalam jumlah besar, apalagi sampai berton-ton,” kata Bambang, Kamis (15/1/2026).

Kendati demikian, penggunaan BBM bersubsidi untuk kegiatan konstruksi berskala besar berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan. BBM subsidi secara tegas diatur hanya untuk sektor dan kelompok tertentu guna melindungi kepentingan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diturunkan, Mutia selaku Direktur Cabang PT Viola Cipta Mahakarya belum memberikan keterangan resmi, meskipun telah dikonfirmasi terkait dugaan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.

Editor: VID

LIHAT JUGA:   Warga Soroti Lambannya Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Langsa