INDONESIAGLOBAL, LANGSA — Pemerintah Kota Langsa mulai menyalurkan bantuan bagi anak yatim dan piatu sebagai bagian dari program pemulihan sosial pascabanjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025. Penyerahan bantuan perdana dilakukan di Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota, Jumat 26 Desember 2025.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra menyerahkan secara simbolis paket bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan mandi, dan susu kepada anak yatim dan piatu di gampong tersebut.
“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban anak yatim dan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Jeffry Sentana di sela penyerahan bantuan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Sopian, menyampaikan bahwa penyaluran perdana ini menjadi awal distribusi bantuan anak yatim dan piatu di seluruh desa di Kota Langsa. Data penerima, kata dia, dihimpun dari laporan para geuchik di masing-masing gampong.
Di Gampong Blang, tercatat 91 anak yatim dan piatu sebagai penerima bantuan, terdiri atas 47 anak laki-laki dan 44 anak perempuan. Selain bantuan dari pemerintah kota, para penerima juga memperoleh bantuan uang tunai dari Geuchik Gampong Blang, Junaidi.
Sopian merinci, paket bantuan yang disalurkan meliputi beras, gula, minyak goreng, mi instan, biskuit, pakaian, kain atau sarung, jilbab, sabun mandi, serta susu. Penerima bantuan merupakan anak yatim dan piatu berusia maksimal 17 tahun yang telah terdata, termasuk tambahan data dari keluarga penerima di desa masing-masing.
Ke depan, penyaluran bantuan akan dilakukan oleh aparatur gampong dengan pendampingan perangkat desa. Pemerintah Kota Langsa mengimbau masyarakat untuk melaporkan data anak yatim dan piatu melalui geuchik agar program bantuan ini tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesenjangan di tingkat desa.
Penyerahan bantuan simbolis tersebut turut dihadiri Ketua dan anggota Baitul Mal Kota Langsa, unsur kecamatan, serta perangkat Gampong Blang.
Editor: VID












