INDONESIAGLOBAL, LANGSA — Direktur Utama PT Viola Cipta Mahakarya, Hasyim S, menyebut pemberitaan terkait Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Langsa, Aceh, tidak memiliki dampak berarti. Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan percakapan dengan wartawan IndonesiaGlobal melalui pesan WhatsApp, Kamis 15 Januari 2026.
“Enggak ada gunanya. Saya bilang terus terang, rekanan ini orang-orang punya uang,” kata Hasyim menanggapi pemberitaan proyek tersebut.
Hasyim juga menyinggung latar belakangnya sebagai mantan wartawan. Ia menilai pemberitaan yang mengkritisi proyek KNMP sebagai pendekatan lama yang tidak berpengaruh terhadap jalannya pekerjaan.
“Saya 18 tahun sudah jadi wartawan. Cara-cara seperti ini cara lama. Kalau cuma berita-berita begini, enggak ada artinya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan teknis proyek di Langsa. Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan berada di bawah tanggung jawab direktur cabang dan jajaran regional.
“Terus terang saya bilang, apalagi saya direktur utama. Pekerjaan saya bukan yang di sana. Itu regionalnya direktur cabang. Mereka yang mengurus. Efeknya ke saya juga enggak ada,” kata Hasyim.
Namun, dalam pernyataannya, Hasyim juga mengingatkan agar pemberitaan dilakukan secara proporsional. Ia menyinggung kemungkinan munculnya persoalan di lapangan akibat pemberitaan yang dinilainya terlalu keras.
“Jangan hantam-hantam saja. Banyak kawan-kawan wartawan di sini. Kadang-kadang mereka bisa menghadapi problem yang enggak kecil,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut potensi gesekan dengan pihak tertentu, meski menegaskan tidak bermaksud melakukan ancaman.
“Bukan saya mengancam, tapi kadang-kadang bisa berhadapan dengan preman,” katanya.
Lebih lanjut, Hasyim menegaskan bahwa proyek Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa proyek tersebut harus didukung dan tidak boleh dihambat.
“Ini program Pak Prabowo. Kalau ada siapa pun yang menghalangi pekerjaan ini, ya dilibas. Kalau mau membantu supaya terasa lebih baik, bantu saja. Jangan malah memperkeruh suasana,” ujar Hasyim.
Pernyataan tersebut memunculkan sorotan terhadap sikap penyedia jasa dalam merespons kritik publik, terutama terkait proyek yang bersumber dari program pemerintah dan menggunakan anggaran negara.
Editor: VID












