Jendela AlaNanggroe AcehNasional

Pertemuan Dua Senator, Perintis dan Kekinian

×

Pertemuan Dua Senator, Perintis dan Kekinian

Sebarkan artikel ini

 

IG.NET, JAKARTA – Senator Perintis (DPD RI) Periode 2004-2009 Asal Aceh, Adnan NS bertemu dengan Senator Fachrul Razi Periode 2014-2019. Pertemuan tanpa direncanakan kedua tokoh Aceh ini di mekanik cafe Komplek Parlemen MPR/DPR/DPD RI Senayan, Selasa, 22 Maret 2022.

ADVERTISEMENTS
BANNER

 

Tokoh Pers Nasional, yang juga Deklator sekaligus Ketua Pemekaran Kabupaten Aceh Jaya, Adnan NS, Putra kelahiran Krueng Sabee 14 Agustus 1955, terlihat tetap gagah, sederhana dengan khas gayanya seorang wartawan era nya.

Foto : Pertemuan Dua Senator, perintis dan kekinian. Senayan, Jakarta (Muttaqin)

 

Dalam pertemuan itu, Adnan NS banyak mengenang masa-masa di lingkungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan berbagi pengalaman tentang perjuangan terbuntuknya Aceh Jaya hingga saat ini.

LIHAT JUGA:   Saiful Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Haji Uma Minta Polda Aceh Tangani Serius

 

” Kebetulan saat itu saya selaku Deklarator dan ketua Pemekaran terbentuknya Kabupaten Aceh Jaya,” kenang Adnan.

 

Sembari ngobrol santai, meneguk kopi khas Aceh bersama Ketua Komite Komite I DPD RI, Fachrul Razi, Adnan NS diapit beberapa mahasiswa dari berbagai daerah Aceh. Juga kebetulan ingin bertemu Senator Fachrul Razi.

Foto : Facrul Razi (Kiri) Adnan NS (kanan)

 

Terlihat, raut wajah para mahasiswa-mahasiswa itu pun tampak terkejut dengan hadirmya sosok Adnan NS, sangat low profile, sederhana tampil apa adanya dengan statusnya dahulu seorang Legislator Perintis Asal Aceh, terpilih diurutan ke tiga.

LIHAT JUGA:   TMMD Reguler Ke 120 Digelar, Dandim 0116/Nara Bersama Masyarakat Gelar Doa Dan Peusijuk

Senator Perintis Adnan NS, dan Senantor saat ini, Fachrul Razi, keduanya terihat sama. Hanya saja berbeda generasi, keduanya Low profil terhadap wartawan dan mahasiswa.

Foto : Fachrul Razi, Adnan NS diapit beberapa mahasiswa dari berbagai daerah Aceh. (Muttaqin)

 

Mantan Ketua PWI Aceh dan juga mantan Pengurus PWI Pusat ini menyampaikan potensi Aceh cukup besar, masalahnya juga semakin besar. Untuk Anak muda harus dapat mengambil alih segala lini, disegala sektor untuk memperbaiki Aceh.

 

“Khusus untuk Anak muda, Kenang masa lalu, Tatap masa depan,” kata Adnan.***

 

Penulis : D Muttaqin

Editor   : VID