Jakarta

Setoran Lancar, Korlap Rokok Ilegal di Jakut Akui Tetap Pusing Hadapi Kelompok Ngaku Wartawan

×

Setoran Lancar, Korlap Rokok Ilegal di Jakut Akui Tetap Pusing Hadapi Kelompok Ngaku Wartawan

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi Oknum Wartawan

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Tekanan bukan hanya datang dari aparat penegak hukum. Seorang pedagang dan juga koordinator lapangan rokok ilegal di  Jakarta Utara, secara terbuka mengaku justru merasa tertekan oleh ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai wartawan. Ia mengklaim, praktik “setoran bulanan” yang nilainya mencapai jutaan rupiah tak lantas membuat usahanya terbebas dari gangguan.

Kepada Indonesiaglobal, sumber yang identitasnya dirahasiakan itu mengungkapkan, konflik internal di antara kelompok yang mengaku wartawan tersebut membuat dirinya kerap menjadi sasaran intimidasi. Padahal, menurut pengakuannya, ia telah rutin memberikan sejumlah uang.

LIHAT JUGA:   Diduga Tersandung Penggelapan, Bos KFC Dilaporkan ke Bareskrim

“Pusing saya mulu yang kena. Awalnya mereka kompak, kita kasih bulanan. Entah gimana ceritanya mereka ribut, katanya sudah enggak dikasih yang satunya, akhirnya warung saya yang diserang,” ujar sumber saat Indonesiaglobal melakukan penelusuran, Minggu malam 11 Januari 1026.

Situasi itu dinilainya ironis. Di satu sisi, kelompok yang mengaku sebagai insan pers tersebut disebut kerap menerima uang dari para pedagang. Namun di sisi lain, mereka tetap melakukan tekanan dengan dalih pemberitaan terkait rokok ilegal.

LIHAT JUGA:   Diduga Tersandung Penggelapan, Bos KFC Dilaporkan ke Bareskrim

“Pusing saya. Itu kan masalah mereka. Saya enggak tahu-menahu,” lanjutnya dengan nada frustrasi.

Pengakuan ini menyingkap persoalan serius yang mencoreng profesi jurnalistik. Praktik pemerasan, intimidasi, atau penerimaan imbalan jelas bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik, yang menegaskan bahwa wartawan dilarang menyalahgunakan profesi dan menerima suap dalam bentuk apa pun.