INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Kabag PLH) Kota Administrasi Jakarta Utara, Ardan Solihin, berencana melaporkan pemilik akun TikTok @amandaaudrea ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan pencemaran nama baik, menyusul beredarnya video viral yang menuding dirinya melindungi terduga pelaku penggelapan mobil XL7 2024.
“Apa yang viral di TikTok itu adalah tuduhan yang nencemarkan nama baik saya dan fitnah. Saya tidak kenal dengan yang bersangkutan dan tidak ada kaitan masalah dengan saya langsung. Itu masalah mereka dengan adik saya. Tuntutan mereka tidak dapat dipenuhi, lalu menyasar ke saya dengan memviralkan saya selaku kakak,” ujar Ardan kepada Indonesiaglobal, Sabtu 20 Desember 2025.
Ardan menegaskan, persoalan tersebut murni merupakan masalah antara pihak pelapor dengan adiknya. Karena merasa dirugikan, ia memastikan akan menempuh jalur hukum.
“Masalah adik saya ini dengan mereka sudah dilaporkan Polres Jakarta Selatan. Rencana Senin saya lapor ke Polres Jakarta Utara melalui kuasa hukum, terkait pencemaran nama baik saya,” ujarnya.
Terkait tudingan mengirim preman untuk melakukan perdamaian, Ardan membantah keras.
“Ini bukan pereman, mereka adalah utusan keluarga yang datang menemui mereka untuk menfasilitasi, tapi mereka tuntutannya tidak dapat dipenuhi. Akhirnya mereka memviralkan saya,” kata Ardan.
Ia juga menepis tuduhan telah menyembunyikan terduga pelaku di kantornya. Menurut Ardan, pemilik akun TikTok tersebut tidak pernah datang langsung menemuinya.
“Yang datang itu kawannya yang menagih ke saya, saya juga tidak kenal dan saya minta mereka kalo dirugikan adik saya, laporkan polisi, dan saya minta keluar dari kantor saya karena tidak ada hubungan saya dengan mereka,” ujarnya.
Ardan menjelaskan, pertemuan lanjutan dilakukan oleh perwakilan keluarga untuk musyawarah. Namun, tuntutan ganti rugi dinilai sulit dipenuhi.
“Berkelanjutan mereka minta terus untuk diganti rugi dan itu akhirnya ditemui perwakilan keluarga 2 hari lalu untuk musyawarah, tapi tuntutan mereka sulit di penuhi 125 juta, adik saya hanya sanggup 85 juta itupun hasil kumpul-kumpul dari keluarga,” tutup Ardan.
Versi Pemilik Akun TikTok
Sebelumnya, akun TikTok @amandaaudrea mengunggah video yang memperlihatkan Ardan Solihin mengenakan pakaian dinas di ruang kerjanya. Dalam unggahan tersebut, Ardan dituding melindungi adiknya yang diduga terlibat penggelapan mobil sewaan.
Pemilik akun menjelaskan, mobil XL7 2024 miliknya disewa oleh IS, adik Ardan Solihin. Awalnya sewa dilakukan harian dan mingguan, lalu berlanjut tahunan.
“Kronologi awal, mobil saya dirental (sewa) oleh pelaku yang bernama IS. awalnya sewa harian, mingguan, dan berlanjut pelaku meminta tahunan. karena selama ini pembayaran selalu lancar, jadi saya gak curiga,” tulis pemilik akun tersebut saat dihubungi.
Namun, setelah berjalan sekitar 2–3 bulan, pembayaran sewa disebut mulai macet.
“Deal, tandatangan kontrak, bukti perjanjian sewa menyewa semua lengkap, mobil diserahkan ke pelaku. selang 2-3 bulanan masa sewa, pembayaran mulai macet dan saya meminta unit kembali,” sambungnya.
Pemilik akun mengaku baru menyadari perangkat GPS mobil telah dicopot. Setelah dilacak, IS mengakui mobil tersebut telah dijual kepada pihak lain.
“Hari itu saya langsung datang ke alamat rumah pelaku dan bertemu istrinya, tapi istrinya mengaku tidak tahu keberadaan suaminya. akhirnya saya lacak no telpon nya, dan ketemu. Saya tanyakan dimana mobilnya, pelaku ngaku kalau mobil sudah dia jual ke orang lain seharga Rp18 juta,” jelasnya.
Karena mengaku tidak memiliki uang untuk mengganti kerugian, IS disebut mengajak pemilik mobil menemui kakaknya di kantor.
“Karena saya takut IS kabur lagi, akhirnya saya ikut mendampingi pelaku untuk datang ke tempat kakanya bekerja, hanya berdua, dengan maksud sekalian menceritakan kronologinya juga,” ujarnya.
Namun, ia mengaku diminta keluar dari kantor tersebut dan kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.
“Sesampainya di sana, kakanya langsung narik pelaku masuk ke ruangannya, dan saya pun disuruh pergi. Saya langsung membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan,” kata pemilik akun.
Ia juga mengaku, setelah video tersebut viral, pihak keluarga IS datang untuk menawarkan perdamaian, namun yang datang menurutnya hanyalah pereman atau debcollector dan nilai ganti rugi dinilai tidak sebanding.
“Mobil seharga Rp 330 juta, cuman dinego Rp85 juta buat kerugiannya. Saya keberatan, karna mobil ini msh kredit 43x lagi,” ujarnya.












