Jakarta

Menguak Aktor di Balik Rokok Ilegal Tanjung Priok, Kapolsek Ogah Komentar!

IndonesiaGlobal.Net
×

Menguak Aktor di Balik Rokok Ilegal Tanjung Priok, Kapolsek Ogah Komentar!

Sebarkan artikel ini

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Setelah dua hari sunyi, Tanjung Priok kembali berdenyut oleh aktivitas yang semestinya tak ada. Lapak-lapak rokok ilegal muncul lagi, hampir serempak, seolah ada aba-aba yang hanya dipahami para pedagang. Dari Jln. Gorontalo Raya, tepat di samping pintu masuk Batalyon Arhanud 6/Bay Rangkok hingga Jln. Gadang Sungai Bambu dan Warakas, para penjual itu berdiri kembali di titik-titik lama, membawa suasana persis seperti sebelum penutupan mendadak awal pekan lalu.

Fenomena buka-tutup massal ini memunculkan pertanyaan lama yang kini menggema lebih keras. Ada siapa di baliknya? Siapa yang bisa membuat jaringan penjualan ilegal di satu kecamatan bergerak kompak, seolah mengikuti komando yang tak terlihat.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Sigit, memilih irit bicara saat dikonfirmasi hal tersebut. Saat dihubungi Indonesiaglobal dan ditanya mengenai dugaan adanya aktor kuat yang mengendalikan peredaran rokok ilegal di wilayah hukumnya, ia hanya menjawab singkat, “Terima kasih informasinya,” ujar Sigit, Sabtu 6 Desember 2025.

LIHAT JUGA:   Promo Awal Tahun, Beli Tiket Masuk Ancol Dapat Voucher Makan di Resto ATL

Jawaban yang sopan, tetapi menyisakan ruang kosong yang makin mempertebal kecurigaan publik.

Sementara itu, pemandangan di lapangan menunjukkan fakta berbeda dari kesan “situasi aman terkendali”. Pantauan Indonesiaglobal pada Sabtu siang memastikan lapak-lapak itu benar-benar hidup kembali terang-terangan, tak bersembunyi, dan nyaris menantang kembali langkah keras Pemerintah Kota sebelumnya.

Padahal, hanya beberapa hari lalu, Tanjung Priok sempat berubah. Sejak Rabu, 3 Desember 2025, sejumlah lokasi, termasuk titik panas di Jln. Gadang dekat lingkungan sekolah tiba-tiba tutup. Kabarnya, penertiban itu terjadi setelah Walikota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, merespons keluhan warga mengenai penjualan rokok ilegal yang berada tak jauh dari dunia pendidikan. Sebuah penegasan yang membuat banyak orang berharap kondisi di wilayah itu akan berubah.

LIHAT JUGA:   Promo Awal Tahun, Beli Tiket Masuk Ancol Dapat Voucher Makan di Resto ATL

Namun harapan tersebut hanya bertahan sebentar. Kini, beberapa hari berselang, lapak-lapak itu hidup kembali seolah tidak tersentuh. Pertanyaan publik pun berubah arah, jika pemerintah kota bisa membuat mereka tutup, mengapa mereka bisa kembali buka? Apa yang membuat aksi besar itu seperti hanya jeda sementara?

Di tengah diamnya aparat kepolisian soal dugaan aktor kuat dan kembalinya peredaran ilegal, dugaan menguat bahwa persoalan ini bukan sekadar para pedagang kecil mencari keuntungan. Ritme buka-tutup yang serempak, keberanian berjualan kembali di lokasi-lokasi lama, serta kembalinya aktivitas menyiratkan adanya koordinasi yang tak mungkin digerakkan oleh individu biasa.

Meski tak ada bukti terbuka siapa dalang sesungguhnya, fenomena yang berulang membuat publik menduga adanya jaringan yang lebih solid, setidaknya cukup kuat untuk membuat penindakan terasa tak menyentuh akar masalah.