INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Warga RW 16 Kelurahan Penjaringan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara atas perhatian langsung terhadap pengendalian banjir di kawasan pesisir. Apresiasi ini muncul setelah Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, melakukan peninjauan ke Pintu Air Waduk Pluit untuk mengecek kondisi tanggul yang mengalami rembesan, Senin 24 November 2025.
Ketua RW 16, Benny Kurniajaya, menyatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memastikan keamanan warga, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir.
“Kami sangat berterima kasih karena pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Warga pesisir sangat membutuhkan kepastian dan rasa aman, dan kehadiran ini membuat kami merasa diperhatikan,” ujar Benny.
Ia menambahkan bahwa wilayah RW 16 memiliki sejumlah titik rawan genangan sehingga pembangunan Tanggul Pantai atau NCICD menjadi harapan besar bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan tanggul dapat dipercepat sebagai solusi jangka panjang. Kehadirannya dapat meminimalisir genangan dan membuat kehidupan warga pesisir lebih aman. Kami percaya pemerintah sedang bekerja dan berharap program berjalan lancar dan tepat waktu,” ujarnya.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan sarana pengendalian banjir di Waduk Pluit berfungsi optimal.
“Pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat, apalagi menjelang musim hujan. Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan warga benar-benar terjaga, terutama di wilayah pesisir yang menghadapi curah hujan sekaligus pasang surut air laut,” katanya.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi, menegaskan bahwa Waduk Pluit merupakan infrastruktur vital bagi Jakarta
“Terima kasih atas perhatian dan kunjungan Wali Kota. Kami pastikan kesiapan menghadapi musim hujan maupun rob, baik dari operasi pompa, kondisi waduk, hingga kesiapan SDM,” ungkapnya.
Heria menjelaskan bahwa Waduk Pluit memiliki 10 unit pompa yang tersebar di sisi barat, tengah, dan timur, serta dioperasikan oleh 16 operator yang siaga 24 jam.
“Kami memastikan seluruh pompa, SOP, dan kondisi waduk selalu siap. Pengerukan dilakukan setiap hari karena seluruh aliran dari hulu mengarah ke sini,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa SDA tengah menangani isu rembesan tanggul yang sempat viral. Perbaikan telah berjalan sejak 2024 dan ditargetkan selesai pada 2027 melalui program multi-years.
Dengan rangkaian upaya ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan meminimalisir risiko banjir di kawasan pesisir.












