Jendela PantimmuraNanggroe AcehPolri

Polres Langsa Temui KPA/PA Jelang Milad GAM

Avatar photo
×

Polres Langsa Temui KPA/PA Jelang Milad GAM

Sebarkan artikel ini
Kepolisian Resor Langsa menggelar pertemuan tertutup dengan unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) di Poska Langsa, Jumat 21 November 2025. (Dok Ist)

INDONESIAGLOBAL, LANGSA — Kepolisian Resor Langsa menggelar pertemuan tertutup dengan unsur Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) di Poska Langsa, Jumat 21 November 2025. Pertemuan dilakukan menjelang peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-49 pada 4 Desember.

Kapolres Langsa, AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, memimpin langsung pertemuan yang turut dihadiri perwakilan TNI, Intelkam Polres Langsa, serta para Panglima Sagoe. Dari pihak KPA/PA hadir Rusbah alias Raja King, Panglima Sagoe Langsa Timur.

Kapolres Mughi menyampaikan bahwa komunikasi antara aparat dan KPA/PA diperlukan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia meminta para Panglima Sagoe menghindari kegiatan yang berpotensi memunculkan ketegangan menjelang 4 Desember.

LIHAT JUGA:   Bahlil Klaim 97 Persen Listrik di Aceh Kembali Pulih, Warga: HOAX!

Kasdim 0104/Aceh Timur, Mayor Inf Hanafi, mengimbau mantan kombatan agar tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang pada saat peringatan Milad. Ia menilai hal itu dapat menimbulkan keresahan masyarakat. TNI–Polri akan meningkatkan patroli gabungan untuk menjaga keamanan.

Kasat Intelkam Polres Langsa, IPTU Zulmahrita, menyebutkan pengamanan berlapis disiapkan pada 4 Desember. Ia mengingatkan agar simbol-simbol yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan tidak dikibarkan.

LIHAT JUGA:   Bahlil Klaim 97 Persen Listrik di Aceh Kembali Pulih, Warga: HOAX!

Dari pihak KPA/PA, Panglima Sagoe Sungai Raya menyatakan telah mengimbau mantan kombatan agar tetap tenang. Sementara itu, Rusbah menjelaskan belum ada instruksi resmi dari pimpinan pusat terkait pelaksanaan Milad GAM di Langsa. Ia memastikan pihaknya telah mengingatkan anggota agar tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

Rusbah menambahkan bahwa kegiatan tingkat provinsi kemungkinan dipusatkan di Aceh Utara, namun masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Pertemuan berlangsung hampir dua jam dan seluruh pihak sepakat menjaga ketertiban masyarakat menjelang 4 Desember.

Editor: Vid