INDONESIAGLOBAL, ACEH BARAT – Gangguan listrik terjadi sejak Sabtu petang, 15 November 2025, hingga Minggu pagi, 16 November 2025 memicu kekesalan warga di sejumlah wilayah Kota Meulaboh, Aceh Barat. Pemadaman dimulai pukul 17.02 WIB, sempat menyala usai Magrib, lalu kembali padam sejak pukul 02. WIB tengah malam, membuat masyarakat, khususnya kaum emak-emak mengaku kesal dan geram hingga mengancam akan menggelar aksi protes ke PLN dan PLTU.
Keluhan itu datang dari warga Dusun Ujung Berasok, Desa Lapang. Mayang, 28 tahun, ibu rumah tangga, mengungkapkan kekesalannya kepada IndonesiaGlobal.
Kata dia, negara sudah merdeka, tapi masalah listrik begini masih terjadi. “Telat bayar kita didenda, tapi kalau mati begini siapa bertanggung jawab? PLN mau?” ujarnya nada dongkol.
Hal serupa disampaikan Rina, warga Leuhan. Dia mengatakan pemadaman listrik pada malam hari membuat anak-anak rewel dan aktivitas rumah tangga lumpuh total.
“PLN punya hati atau tidak? Tidak semua orang mampu beli genset. Air susah, masak susah. Apa perlu kami emak-emak demo ke PLN dan PLTU?” tegasnya.
Keluhan Meluas: Sinyal Lemah hingga Usaha Terganggu
Di sejumlah warung kopi di Kota Meulaboh, keluhan juga datang dari para pria. Jauhari, 45 tahun, mengaku listrik padam membuat aktivitas komunikasi terganggu. “Signal HP lemah, semua susah,” keluhnya.
Sementara itu, Khairunas, 35 tahun, menilai PLN lamban dalam penanganan.
“Zaman sekarang semua butuh listrik, untuk mandi, masak, semuanya,” katanya.
Dampak paling berat dirasakan pelaku usaha. Iran Setiawan, 47 tahun, pedagang siomay dari Desa Lapang, mengaku usahanya lumpuh.
“Usaha saya pakai blender dan butuh air. Dari kemarin mati, hidup sebentar, mati lagi sejak jam dua malam. Sampai sekarang belum hidup. Bagaimana mau kerja?” ujarnya.
Respons PLN: Pemulihan Bertahap, 821 Petugas Dikerahkan
Menanggapi keluhan masyarakat, Achmad Ariansyah, Manager UP 3 Meulaboh, menjelaskan bahwa pemulihan sedang dilakukan secara bertahap melalui manajemen beban di Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.
Kata dia, ratusan personel kami bekerja non-stop. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Informasi akan kami sampaikan berkala,” ujarnya.
Sementara itu, PLN UID Aceh menyebut total 821 petugas, telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan gangguan. “Hingga Minggu (16/11) pagi, lebih dari 65 persen sistem kelistrikan Aceh telah pulih setelah gangguan sistem meluas pada Sabtu pukul 17.02 WIB yang berdampak ke sejumlah kabupaten, mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Selatan.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, memastikan pemulihan terus berlangsung.
Kata dia, penormalan dilakukan bertahap dan memprioritaskan daerah terdampak luas. “Kami mohon maaf dan memohon doa agar pemulihan segera tuntas,” tutupnya.
PLN mengimbau masyarakat memanfaatkan PLN Mobile atau Contact Center 123 untuk informasi dan laporan kendala kelistrikan.
Editor: VID












