INDONESIAGLOBAL, ACEH TENGGARA – 388 lulusan dari berbagai program bidang studi (Prodi) di lingkungan Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh mengikuti prosesi wisuda sarjana angkatan ke XI.
Acara wisuda digelar di halaman kampus UGL Aceh yang dihadiri oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh, Dr. Rizal Munadi ST. MT, dan unsur Forkopimda, Sabtu 8 November 2024.
Rektor UGL Aceh, Indra Utama dalam sambutanya menyebutkan, hari ini merupakan hari yang sangat penting yaitu mewisudakan 388 mahasiswa yang terdiri dari empat fakultas untuk menjadi sarjana pada angkatan ke XI.
Adapun mahasiswa dari keempat fakultas tersebut yakni, dari Fakultas Ekonomi sebanyak 136 orang, Fakultas Pertanian 96 orang, Fakultas FKIP 119 orang, dan 37 orang dari Fakultas Teknik.
“Hari ini sebagai bentuk tanda telah selesai menempuh dunia pendidikan dan akan siap nantinya terjun di dunia kerja dan mampu mengemban gelar sarjana nya,” kata Rektor Indra.
Dia mengatakan, dari 388 mahasiswa yang diwisudakan itu, sebanyak 200 orang merupakan mahasiswa dari desa.
“Mahasiswa dari desa yang lulus ini, semoga mampu membawa pembangunan, pendidikan, dan kemajuan bagi desanya masing-masing,” ucapnya.
Selain itu, Rektor Indra juga berpesan, kepada mahasiswa yang telah menjadi sarjana agar bekerjalah dengan baik, dan jadilah tempat dimana masyarakat menemukan ide dan solusi.
Dikatakannya, UGL akan bekerjasama dengan pemerintah untuk memajukan UGL dari segi pembangunan dan SDM, dengan bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana berkualitas.
“Selamat atas wisudawan dan wisudawati dan saya ucapkan terimakasih kepada orang tua yang sudah memberi amanah kepada kami agar anak-anaknya menimba ilmu di UGL,” ujar Indra.
Sementara, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati atas perolehan gelar barunya.
Kemudian, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Universitas Gunung Leuser, khususnya kepada Rektor, para dosen serta seluruhnya.
“Saya mengajak para wisudawan untuk tidak melupakan tanah kelahiran, bangun lah desamu dengan ilmu, warnai lah kampung halaman mu dengan inovasi dan kembalilah sebagai cahaya yang menerangi jalan masa depan daerah bumi sepakat segenap,” ucapnya.
Salim Fakhry menyebutkan, bahwa gelar sarjana yang disandang adalah buah dari ketekunan, kerja keras dan ketulusan dalam menempuh pendidikan,namun harus diingatkan masyarakat tidak hanya membutuhkan gelar, tetapi juga integritas, kejujuran dan kemampuan untuk menghadirkan solusi nyata atas persoalan kehidupan yang penuh tantangan saat ini.
“Saya berpesan agar para mahasiswa yang diwisuda untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan, siapkan bekal iman, ilmu pengetahuan dan ketepatan langkah salam menghadapi era revolusi industri empat titik nol dan society lima titik nol,” sebutnya.
Salim Fakhry mengaku, tentunya sebagai Bupati, sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Gunung Leuser bertanggung jawab untuk memajukan UGL kebanggaan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara.
Selain itu, Salim Fakhry mohon doa dan bantuan seluruh pihak, baik civitas akademika, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, LSM, Ormas unsur pers untuk bersama sama membantu cita cita besar menjadikan UGL menjadi Universitas Negeri.
“Kami mohon masukan, pemikiran, kontribusi, moril dan spiritual untuk menjadikan UGL menjadi Universitas Negeri, hilangkan skat skat dan opini deskriptif dari kita semua, mari bersinergi dan berkolaborasi dalam kebersamaan untuk memajukan universitas kebanggaan kita ini,” ujarnya.












