Jakarta

Bocah SD Tenggelam di Waduk Cincin, Pengawasan Pemerintah Setempat Jadi Sorotan!

×

Bocah SD Tenggelam di Waduk Cincin, Pengawasan Pemerintah Setempat Jadi Sorotan!

Sebarkan artikel ini

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Seorang anak 12 Tahun dilaporkan tenggelam di Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, pada Kamis 6 November 2025 sekitar pukul 16.45 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan masih mengenakan celana seragam olahraga sekolah dasar.

Menurut keterangan saksi di lokasi, korban langsung dievakuasi oleh warga. “Korbannya satu orang masih bocah, kayaknya celana olahraga anak SD. Langsung dibawa pakai angkot, tapi gak tahu ke rumah sakit mana,” ujar seorang penjual bakso bakar di sekitar waduk tadi sore.

Peristiwa tragis ini kembali menyoroti minimnya pengawasan di kawasan Waduk Cincin, yang belakangan menjadi tempat favorit warga menikmati senja. Padahal, kawasan ini telah berulang kali diperingatkan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, terutama anak-anak.

LIHAT JUGA:   Polres Metro Jakarta Utara Selidiki Dugaan Penipuan Wedding Organizer APS

Sebelumnya, diberitakan pada September 2025 menunjukkan banyak anak-anak berenang bebas di dalam waduk tanpa pengawasan petugas. Warga mengaku sudah lama mengkhawatirkan hal tersebut.

“Sangat bahaya, harusnya ada pengawas. Kita gak tahu di dalam waduk ada hewan apa, bisa kesedot arus bawah. Jangan sampai seperti di Danau Sunter yang sudah sering makan korban,” ujar Sari, warga Papanggo.

Selain ancaman arus air, warga juga kerap menemukan biawak dan ular di sekitar area waduk. Kondisi itu semakin memperbesar risiko kecelakaan fatal.

LIHAT JUGA:   [HOAX] Soal Kasatpel Perhubungan Kecamatan Priok Ancam Wartawan

“Kalau sore rame banget. Banyak anak kecil, anak sekolah, remaja. Harusnya ada petugas jaga. Pemerintah jangan cuma mempercantik waduk, tapi juga jaga keselamatan pengunjung,” tegas Bang Jak, warga setempat.

Insiden tenggelamnya bocah di Waduk Cincin menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Masyarakat menilai, keindahan ruang publik seharusnya dibarengi dengan standar keselamatan yang ketat agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesiaglobal masih berupaya menunggu keterangan resmi dari pihak Kepolisian setempat. “Mohon waktu, kami tanyakan (proses pemeriksaan korban -red),” ujar Plt Kasie Humas Polres Metro Jakarta Utara, IPDA Maryati Jonggie.