INDONESIAGLOBAL, LANGSA – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pangkalan PSDKP Belawan, Askari, menegaskan komitmennya dalam menindak tegas praktik illegal fishing, masih marak terjadi di perairan Selat Malaka, khususnya wilayah Langsa, Aceh Timur, hingga Lhokseumawe.
Kata dia, selaku penyidik PPNS Pangkalan PSDKP Belawan Satwas PSDKP Langsa, dia sudah meminta bantuan kepada Kepala Pangkalan melalui Katimja Sarpras PSDKP Belawan untuk mengerahkan Kapal Hiu melakukan patroli, ungkapnya kepada IndonesiaGlobal, Senin 14 Juli 2025.
“Langkah ini, diambil guna meredam potensi konflik antara nelayan kecil dengan kapal trawl kerap mencuri sumber daya laut dan membuat resah masyarakat pesisir,” katanya.
Askari juga menegaskan, operasi ini akan dilakukan secara senyap yang waktunya masih kita rahasiakan. “Intinya, kapal patroli sudah kondisi siap berangkat. Saat ini pihaknya hanya menunggu kapten kapal Hiu sedang cuti, usai menangkap kapal trawl asal Malaysia lima hari lalu.”
Kata Askari, kapal sudah standby. “Kita tinggal tunggu kapten kapal Hiu pulang dari Manado karena sedang cuti. Insya Allah, malam ini beliau kembali ke Belawan dan langsung persiapan operasi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelanggaran di wilayah perairan Indonesia tidak akan ditoleransi. “Kami serius. Ini demi menjaga hak dan mata pencarian nelayan kita,” tutupnya.
Editor: Dep












