INDONESIAGLOBAL, ACEH BARAT – Suasana SMAN 1 Meureubo tampak berbeda pada pagi itu. Riuh tawa siswa bercampur rasa ingin tahu saat serombongan tim berseragam datang membawa pesan penting: jaga bumi, mulai dari sekolah.
Itulah yang dibawa PT Mifa Bersaudara dalam program edukatif “Mifa Goes to School”, sebuah kampanye lingkungan yang tak sekadar teori. Dengan mengusung tema “Semangat Hijau”, perusahaan tambang batubara ini mengajak para siswa untuk melihat langsung bagaimana dunia industri bisa berdampingan dengan pelestarian alam.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi yang membuka cakrawala siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, dilanjutkan aksi nyata berupa penanaman pohon bersama di lingkungan sekolah.
“Semangat hijau bukan cuma soal menanam pohon. Ini tentang bagaimana kita terus berinovasi agar bumi tetap lestari, meskipun kita berada di tengah industri seperti MIFA,” ujar Hadi Firmansah, Kepala Teknik Tambang PT Mifa Bersaudara.
Dari Kaliandra Hingga Ecobrick: Inovasi Ramah Lingkungan di Balik Tambang
Dalam sesi edukasi, siswa dikenalkan pada sederet inovasi hijau yang telah diterapkan di area operasional MIFA. Mulai dari pemanfaatan tanaman Kaliandra untuk reklamasi lahan sekaligus sebagai sumber energi biomassa, hingga penggunaan polybag biodegradable guna menekan sampah plastik.
MIFA juga memperkenalkan teknologi rainwater harvesting, yaitu sistem penampungan air hujan untuk keperluan menyiram tanaman atau kebersihan area kerja.
Tak hanya itu, inovasi pengelolaan sampah juga jadi sorotan:
Limbah plastik diolah menjadi ecobrick
Sampah organik disulap jadi pupuk kompos dan pupuk organik cair
Limbah kayu palet disulap jadi furnitur ramah lingkungan
“Inovasi ini membuktikan bahwa industri bisa menjadi bagian dari solusi, bukan hanya sumber masalah,” terang salah satu anggota tim Enviro MIFA.
Menanam Harapan, Menumbuhkan Kesadaran
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis di halaman sekolah. Para siswa tampak antusias — beberapa bahkan terlihat mencatat dan bertanya aktif selama sesi berlangsung.
Pihak sekolah menyambut positif program ini. “Anak-anak perlu diajak berpikir kritis soal lingkungan sejak dini. Dan pendekatan yang dilakukan MIFA ini cukup efektif,” ujar salah satu guru pembina.
Melalui program ini, MIFA berharap benih “semangat hijau” bisa tumbuh subur dalam diri generasi muda. Bukan hanya sebagai penonton perubahan, tetapi pelaku dan penjaga bumi di masa depan. (*)
Penulis: Vid










