Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Pengibaran Bendera Alam Peudeueng Aceh, Simbol Kedamaian Lima Penjuru Benua

×

Pengibaran Bendera Alam Peudeueng Aceh, Simbol Kedamaian Lima Penjuru Benua

Sebarkan artikel ini
Pengibaran Bendera Alam Peudeueng Aceh, Simbol Kedamaian Lima Penjuru Benua
Peringatan Tahun Baru Satu Muharam 1446 Hijriyah, di Pidie Aceh diwarnai aksi pengibaran Bendera Alam Peudeueng Aceh, di pusat Hati Bumi Lima Benua, Senin 8 Juli 2024. (Dok IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, PIDIE – Peringatan Tahun Baru Satu Muharam 1446 Hijriyah, di Pidie Aceh diwarnai aksi pengibaran Bendera Alam Peudeueng Aceh, di pusat Hati Bumi Lima Benua, Senin 8 Juli 2024.

Puluhan Jamaah Zikir Kalimah Thaibah Se-Aceh, secara khuyuk bermunajad, berzikir, berzanzi, berselawat kepada Nabi Muhammad SAW penuh khidmat, dilakukan, saat pengibaran bendera Aceh untuk simbol kedamaian lima penjuru benua.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Pada hamparan tiga titik Hati Bumi (Baital Maqdis, Mekkah Al-Mukarramah dan Lembah Jabal Qabil (Jabal Attat) Aceh itu, Ahad 7 Juli 2024, dilangsungkan ibadah semalam suntuk secara bergantian. Ibadah ini di imami Teungku Saiful Alam, hingga waktu sahur dinihari.

LIHAT JUGA:   Ribuan Peserta Ramaikan Jalan Sehat Peluncuran Pilkada 2024 di Langsa

Tepatnya pukul 08.47 WIB, Alumni Madinah itu memimpin acara bersejarah level dunia ini, diakhiri rangkaian kegiatan tradisional (Peusijuek) dan Doa diiringi Selawat Nabi, tampak hadir jemaah zikir laki, perempuan dan anak-anak dari berbagai se antero Aceh.

Kata Teungku Saiful, pengibaran bendera ini semata-mata untuk mengajak seluruh Islam dan lainnya di lima benua ini, untuk bersatu-padu menghentikan permusuhan dengan cara menghentikan kekerasan, dan aksi saling berperang sesama.

Selain itu, Tengku Saiful juga mengajak seluruh Umat Islam ada di seluruh penjuru dunia, untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan.

LIHAT JUGA:   Diduga Bunuh Diri, Kapolres Tamiang Ikut Evakuasi Jenazah Korban

“Sebab, kebaikan dikerjakan di bulan Muharram, sangat mahal harganya.” Usai shalat dhuha, Tengku Saiful juga mengatakan, pengibaran bendera alam pedeung ini tidak bertentangan secara hukum, adat, resam, qanun, dan undang undang manapun.

“Baik secara nasional dan international, ini murni sebagai lambang perdamaian,” tegasnya.

Terpisah, salah satu Jamaah Zikir KalimahThaibah, Abu Ki dan Abu Saree, mengaku bangga, dan besyukur bisa mengikuti peringatan 1 Nuharram, dan pengibaran bendera alam peudeung di kawasan hutan belantara kabupaten Pidie itu.