Banda AcehNanggroe Aceh

Pengamat Radio Dimas Fuadi, Nyatakan Pentingnya Revitalisasi Dunia Penyiaran Di Aceh

×

Pengamat Radio Dimas Fuadi, Nyatakan Pentingnya Revitalisasi Dunia Penyiaran Di Aceh

Sebarkan artikel ini
Pengamat Radio Dimas Fuadi, Nyatakan Pentingnya Revitalisasi Dunia Penyiaran Di Aceh
Pengamat Radio Aceh, Dimas Fuadi. (Dok pribadi)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Pengamat Radio Aceh, Dimas Fuadi, menyatakan pandangannya terkait pemilihan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, diharap mampu menghidupkan kembali gairah dunia penyiaran di Aceh.

“Baik itu radio pun televisi, dalam nuansa lokal.” Dia menekankan, pentingnya mendatangkan kembali dan menghidupkan radio-radio telah berhenti beroperasi di Aceh.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Yang mana, menurut Dimas, peran media penyiaran sangat krusial dalam menyosialisasikan informasi dan menjadi rujukan dapat diandalkan melawan hoax.

Kata dia, media penyiaran adalah sabuk informasi kebencanaan sangat vital, saat jaringan internet bermasalah. “Radio, khususnya memiliki kemampuan untuk tetap menyampaikan informasi penting, meskipun kondisi jaringan internet tidak memadai.”

LIHAT JUGA:   Tiga Alumni Babun Najah Raih Gelar Sarjana di "Kota Seribu Wali" Yaman

Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya seleksi ketat dan transparan dalam memilih Komisioner KPI Aceh.

“Kami meminta kepada DPRA untuk benar-benar memilih komisioner berkualitas dan bebas dari unsur KKN. Jika tidak ditemukan sumber daya manusia memenuhi kriteria, sebaiknya DPR memperpanjang kembali pendaftaran rekrutmen Komisioner KPI Aceh,” tegas Dimas Fuadi, Jumat 5 Juli 2024.

Dia menjelaskan, revitalisasi dunia penyiaran di Aceh, tidak hanya akan memberikan manfaat besar dalam penyampaian informasi akurat, tetapi juga akan membantu mengangkat budaya dan nuansa lokal Aceh.

LIHAT JUGA:   Polres Atam, Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

“Sebab itu, Komisioner KPI Aceh terpilih nanti, harus memiliki visi kuat dalam memajukan penyiaran lokal dan mampu menggali potensi besar dimiliki media penyiaran di Aceh,” imbuh Dimas.

Dengan adanya komisioner kompeten dan berintegritas, tambah dia, diharapkan dunia penyiaran di Aceh dapat kembali bergairah dan berperan lebih aktif dalam memberikan informasi bermanfaat bagi masyarakat.

“Sekaligus menjadi alat penting dalam upaya melawan hoax dan penyebaran informasi tidak akurat,” demikian.

Editor: DEP