Jendela AlaNanggroe Aceh

Hut Aceh Tenggara Meriah, Fasilitas Umum Disediakan Terkesan Tidak Siap: Pengunjung Mengeluh

×

Hut Aceh Tenggara Meriah, Fasilitas Umum Disediakan Terkesan Tidak Siap: Pengunjung Mengeluh

Sebarkan artikel ini
Hut Aceh Tenggara Meriah, Fasilitas Umum Disediakan Terkesan Tidak Siap Pengunjung Mengeluh
Fasilitas Wc Stadion H Syahadat, hanya satu berfungsi. (Riko Hermanda/IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLONAL, ACEH TENGGARA – Meriahnya Hut Ke-50 Kabupaten Aceh Tenggara, digelar di Stadion H Syahadat, tak sebanding dengan fasilitas toilet umum disediakan di lokasi acara.

Salah satu pengunjung, Intan Permata Sari, kepada IndonesiaGlobal, Senin 24 Junin2024, mengeluhkan fasilitas toilet disediakan itu, mengatakan saat ingin bergegas menuju toilet ada di lokasi acara, mengaku heran.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Pasalnya, toilet itu terlihat ditutup kayu dan seng. Ketika bertanya pada salah satu pedagang sekitar, dia diarahkan ke toilet yang berfungsi di sisi ruangan lain.

“Toilet itu hanya berfungsi satu ruangan saja. Usai menggunakan fasilitas umum itu, dia pun harus membayar Rp2ribu,” imbuh Intan.

Masalah membayar, itu tidak masalah, tukas Intan. “Tapi kondisi di dalam toilet berlumut, dan airnya kotor. Toilet seperti tidak terawat, dan tidak pernah dibersihin,” bebernya.

Sebelum memasuki WC Stadion H Syahadat, tertulis biaya Rp 2 ribu, mandi Rp5 ribu. (Riko Hermanda/IndonesiaGlobal)
Sebelum memasuki WC Stadion H Syahadat, tertulis biaya Rp 2 ribu, mandi Rp5 ribu. (Riko Hermanda/IndonesiaGlobal)

Kepada pemerintah kabupaten, Intan berharap segera memperbaiki fasilitas toilet itu. “Apalagi ini momen acara besar dan meriah, tentunya banyak masyarakat datang dari seluruh pelosok kabupaten,” katanya.

Menurut Intan, karena ini helat pemerintah, dan hut kabupaten, seharusnya pemkab bisa peka dengan keberadaan fasilitas umum ada di tempat ini.

“Tolong utamakan kebersihan dan kenyamanan bagi kami para pengunjung, sehingga masyarakat tidak mersa kecewa.” Dimana perhatian pemerintah terkait hal ini? Tanya dia.

Tempat berbeda, masyarakat lainya Ika Mayani, saat bersama rombongan melihat pertunjukan musik di Hut Kabupaten Aceh Tenggara itu, mengaku kebingungan mencari lokasi toilet.

LIHAT JUGA:   Cegah Longsor, Pemkab Agara Tanam Rumput Vetiver Sepanjang Sungai Alas

Saat bertanya, dia diarahkan menuju belakang stand berkelir orange. Di sana melihat ada mobile toilet. Walau merasa bingung dan mengaku baru ini pertama kali menggunakan fasilitas mobile toilet itu.

Terlihat fasilitas Wc Stadion H Syahadat, ditutup kayu dan seng. (Riko Hermanda/IndonesiaGlobal)
Terlihat fasilitas Wc Stadion H Syahadat, ditutup kayu dan seng. (Riko Hermanda/IndonesiaGlobal)

Ika berharap adanya petunjuk jelas dari pihak pelaksana, terkait denah lokasi atau macam lainnya, sehingga pengunjung tidak merasa bingung mencari keberadaan fasilitas umum disediakan.

“Seharusnya ada pemberitahuan dimana letak toilet, supaya pengunjung tidak mencari-cari, saat membutuhkan,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, untuk fasilitas umum seperti toilet, atau kamar kecil dan lainnya, semua fasilitas itu seharusnya disiapkan terlebih dahulu.

“Jangan hanya mengandalkan mobile toilet saja, tujuannya, supaya pengunjung nyaman ketika berkeliling melihat rangkaian acara Hut Aceh Tenggara ini,” saran Intan.

Amatan IndonesiaGlobal di lokasi, tampak pengunjung sangat ramai hadir pada hut kabupaten digelar itu.

Di setiap stand, terlihat memamerkan pajangan andalan masing-masing dari intansi mereka, juga adanya wahana hiburan tersedia bagi pengunjung.

Namun sayangnya, sebut salah satu pengunjung lainnya, begitu banyaknya kegiatan dipersembahkan dalam menyambut HUT Aceh Tenggara ke-50 tahun di Stadion H Syahadat ini, fasilitas umum seperti toilet atau Wc untuk buang air kecil dan besar, justru tidak memadai.

Pantauan di lokasi, apa dikeluhkan pengunjung itu, ternyata benar. Di Stadion H Syahadat ini, hanya memiliki dua ruangan penunjang untuk fasilitas umum.

LIHAT JUGA:   Terkesan Tak Bersahabat, Oknum Kabid Larang Wartawan Merekam Konfirmasi Berita

Satu ruang tampak berfungsi, sementara satu ruang lain tidak bisa dimasuki, tertutup kayu dan seng. Sementara, pada salah satu ruang berfungsi itu, terlihat adanya tulisan buang air kecil Rp2ribu, untuk mandi Rp5ribu.

Saat wartawan ini coba bertanya kepada salah seorang wanita penjaga dan berjualan sekitar lokasi, mengapa fasilitas umum toilet ini berbayar?

Dia mengaku, toilet atau kamar mandi ini diperbaiki menggunakan dana pribadi. “Pemerintah, melalui dinas terkait tidak membagusi fasilitas ini, hingga kini,” sebut penjaga itu.

Kata dia, dengan tidak adanya perbaikan dilakukan pemerintah, maka dia pun berinisiatif untuk membagusi, dengan merogoh kocek pribadinya sendiri. “Apalagi dengan adanya kegiatan seperti ini, pasti banyak orang menanyakan di mana toilet atau WC,” tuturnya.

Saat mengelilingi lokasi kegiatan, mata wartawan tertuju keberadaan Stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara.

Di stand itu terlihat adanya mobile toilet milik instansi tersebut. Toilet itu terlihat berada di belakang, jauh dari pintu masuk dan keluar pengunjung.

Kata salah satu pengunjung, jika hanya mengelilingi stand saja, keberadaan mobile toilet tersebut tidak terlihat oleh pengunjung, denah lokasi arah toilet atau Wc juga tidak ada, tutupnya.

Untuk diketahui, dalam Hut kabupaten ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, menggelar berbagai kegiatan, seperti Pekan Literasi, Operasi Pasar, Pagelaran Seni dan Pameran Pembangunan tahun 2024, dimulai sejak Sabtu 22 Juni 2024, hingga Rabu 26 Juni 2024, berlangsung Stadion H. Syahadat. (MAG)

Editor: DEP