Jendela Parlementaria

DPD RI Undang Amin Rais, Senator Fachrul Razi: Kami Bahas Ini

×

DPD RI Undang Amin Rais, Senator Fachrul Razi: Kami Bahas Ini

Sebarkan artikel ini
DPD RI Undang Amin Rais, Senator Fachrul Razi Kami Bahas Ini
Senator Fachrul Razi, bersama Amin Rais, mantan Ketua MPR RI. (Dok Pribadi/For IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), mengundang Amien Rais, untuk berdiskusi terkait situasi politik, dan negara ke depan.

“Pertemuan bersama mantan Ketua MPR RI itu, digelar di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dipimpin Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti,” ungkap Ketua Komite I DPD RI, juga Senator asal Aceh, Fachrul Razi, Selasa 25 Juni 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kata Fachrul, dalam agenda silaturahmi itu, kami membahas kondisi bangsa kekinian dan perbaikannya ke depan.

“Secara khusus, juga membicarakan Amandemen UUD 1945,” tutur Senator itu.

Hadir saat kunjungan, Amin Rais didampingi Ustadz Sambo, Ridho Rahmadi (Ketua Partai Ummat) dan M Nigara. Sedangkan dari Anggota DPD RI, hadir Fachrul Razi (Aceh), Senator Banten Habib Ali Alwi, Tamsil Linrung (Sulawesi Selatan).

Selain itu, Sekjen DPD RI Rahman Hadi, Stafsus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin, dan Dosen Ilmu Politik UI Dr Mulyadi.

Kata Fachrul, Amien Rais menyadari ada kekeliruan dari Amandemen UUD 1945, pada tahun 1999 hingga 2002 silam.

Sebab itu, kami di DPD RI berterimakasih atas kehadiran Prof Amien Rais. “Dengan kedatangan beliau ini, sengaja kami meminta ilmu apa harus kami lakukan, untuk kembali menerapkan UUD 1945 naskah asli.” Untuk kemudian, kita sempurnakan dan perkuat melalui amandemen dengan teknik adendum, terang senator itu.

“Tujuannya, guna mempercepat terwujudnya cita-cita lahirnya negara ini,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Fachrul Razi juga menyebutkan, jika Amien Rais juga menyadari kesalahannya pada saat itu, melucuti kekuasaan MPR.

“Sehingga tidak menjadi lembaga tertinggi yang memilih presiden dan wakil presiden.” Yang mana Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

“Itulah kebodohan kami dahulu. Karena kami menilai tidak mungkin ratusan juta orang bisa dibeli suaranya dengan uang,” kata Amin.

Menurut dia, mana mungkin menyogok 120 juta pemilih. Ternyata uang itu tidak masalah. Buktinya, dengan 10 triliunan bisa menyuap rakyat. “Akibatnya sekarang, mental rakyat kita pragmatis dan materialistis,” ungkap Amin Rais.

Kepada DPD RI, Amien Rais berharap untuk diperkuat. Dia menilai Lembaga DPD RI saat ini, terkesan kurang gigi.

Padahal, sebut Amin, DPD RI ini merupakan lembaga negara lebih netral menurutnya, karena diisi orang-orang tidak dibayangi oleh transaksi politik.

“Mestinya lembaga DPD RI lebih unggul, tapi maaf-maaf kok agak disfungsional. Mungkin nanti kalau ada Sidang Umum MPR, perlu diberikan kekuatan melalui adendum untuk ikut tentukan masa depan bangsa kita,” papar mantan Ketua MPR itu.

Fachrul Razi juga menjelaskan, dalam diskusi terkait persoalan sumber daya alam Indonesia telah di kuasai Oligarki, termasuk partai politik dan pemerintahan di republik ini.

“Pak Amin Rais menegaskan, ini ancaman besar bagi Indonesia,” kata Senator Fachrul.

Dalam diskusi itu juga, tambah Fachrul, bersama Amin Rais, kami membahas persoalan persoalan dan keadaan politik Indonesia berada dalam genggaman kekuatan China dan USA.

Selain itu, dalam diskusi itu, turut dibahas mengenai dunia digital Indonesia, sudah di kuasai China, dan solusinya adalah membangun kemandirian digital tanpa tergantung dengan asing,” tutup Fachrul Razi, mantan aktivis Mahasiswa UI itu. (*)