Jendela BarselaNanggroe Aceh

CDTO Melakukan Inspeksi Keselamatan Produksi Pada MPG

×

CDTO Melakukan Inspeksi Keselamatan Produksi Pada MPG

Sebarkan artikel ini
CDTO Melakukan Inspeksi Keselamatan Produksi Pada MPG
CDTO Melakukan Inspeksi Keselamatan Produksi Pada MPG. (Dok Ist)

INDONESIAGLOBAL, NAGAN RAYA – Dari tanggal 12 hingga 13 Juni, tim inspeksi yang beranggotakan 6 orang dari Departemen Produksi Keselamatan CDTO melakukan inspeksi produksi keselamatan besar-besaran pada PT Meulaboh Power Generation.

Inspeksi ini merupakan inspeksi unit pengawas terhadap produksi keselamatan MPG setelah MPG memasukkan produksi mesin ganda ke dalam COD pada bulan Desember.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Inspeksi besar-besaran sangat tepat waktu dan penting untuk memastikan sistem produksi MPG yang aman secara komprehensif.

Tim inspeksi memeriksa penerapan komprehensif berbagai persyaratan untuk manajemen keselamatan produksi perusahaan investasi lepas pantai, penerapan sistem dua suara dan tiga, penyelidikan dan perbaikan bahaya tersembunyi, “Tiga Tahun Aksi untuk Mengatasi Akar Penyebab” , dan penerapan 25 sistem penanggulangan.

LIHAT JUGA:   Panwaslih Kota Langsa Buka Rekrutmen Panwascam Pilkada 2024

Inspeksi di lokasi dilakukan pada pengambilan air di ruang pompa tepi laut, bengkel desalinasi, ruang turbin, ruang ketel, ruang kendali utama CCR, ban berjalan batubara, lapangan batubara, lapangan abu, fasilitas khusus, jalan tambang batubara MIFA dan area lainnya. untuk memahami situasi proyek fotovoltaik di area pabrik. Melakukan pertukaran dan diskusi dengan personel manajemen keselamatan produksi dari China dan Indonesia.

Tim inspeksi mengajukan enam persyaratan untuk langkah perusahaan selanjutnya dalam keselamatan produksi. Pertama, menyelesaikan sisa pekerjaan infrastruktur dengan kualitas tinggi.

Kedua, personel yang berdedikasi harus ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan, dan sistem air kebakaran serta sistem pemasukan air di pabrik harus ditingkatkan secara bertahap untuk memastikan pengoperasian sistem produksi yang aman dan stabil.

LIHAT JUGA:   Satu Rumah Berkonstruksi Kayu Ludes Terbakar di Agara

Yang ketiga adalah merumuskan dan menstandardisasi pekerjaan investigasi bahaya tersembunyi dan inspeksi keselamatan, serta mendorong pekerja Indonesia untuk berpartisipasi dalam pekerjaan investigasi bahaya tersembunyi.

Keempat, fokus pada jalur utama “pembangunan berkualitas tinggi”, memperkuat manajemen lean, dan terus memperdalam tindakan khusus “tiga perbaikan, dua pengurangan, dan satu tata kelola”.

Kelima adalah mempelajari dan memecahkan masalah keselamatan seperti korosi pada fasilitas struktur baja. Keenam, berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan pemeliharaan unit 3 dan 4 pada tahun ini. (Mimi Saputra)