Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Polres Aceh Utara Ringkus Pelaku Curanmor

×

Polres Aceh Utara Ringkus Pelaku Curanmor

Sebarkan artikel ini
Polres Aceh Utara Ringkus Pelaku Curanmor
Polres Aceh Utara Ringkus Pelaku Curanmor, (Foto Humas Polres Aceh Utara)

INDONESIAGLOBAL, LHOKSUKON – Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara, meringkus dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Adapun diduga para pelaku yakni MYH, 45 tahun, warga Gampong Meunasah Lupe Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, serta MF, 35 tahun, warga Desa Beringin Karang Anyar, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli serdang, Sumatera Utara, kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Novrizaldi kepada IndonesiaGlobal, Ahad 16 Juni 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kata Novrizaldi, kedua pelaku tersebut diketahui sudah lama melakukan tindakan pidana curanmor di wilayah hukum Polres Aceh Utara.

LIHAT JUGA:   Tiga Alumni Babun Najah Raih Gelar Sarjana di "Kota Seribu Wali" Yaman

“Dari kedua pelaku ini, kami berhasil mengamankan barang bukti, berupa 10 unit sepeda motor berbagai jenis hasil curian dan keduanya ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda”

“MYH kami ringkus dirumahnya pada Jumat malam 14 Juni 2024 lalu. Kemudian, dari tangan pelaku, petugas turut mengamankan dua unit sepeda motor matic jenis Honda Vario dan Honda Scoopy.” ujarnya.

Sementara pada 4 Juni 2024, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku MF di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh.

“Dari pelaku MF juga berhasil diamankan sejumlah barang bukti, berupa delapan unit sepeda motor hasil curian dengan rincian, empat unit Honda Scoopy, satu unit Honda Supra 125, dua unit Honda Scoopy, dan satu unit Honda Vario,” ujar AKP Novrizaldi.

LIHAT JUGA:   Ribuan Peserta Ramaikan Jalan Sehat Peluncuran Pilkada 2024 di Langsa

Kekinian, AKP Novrizaldi selalu Kasat Reskrim Polres Aceh Utara mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pengembangan kasus dari kedua terduga pelaku, sebab dicurigai adanya keterlibatan jaringan sindikat curanmor di wilayah hukum Polres Aceh Utara.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (MAG)

Editor: WAH