Jakarta

Penataan Reseller, Ancol Meringankan Atau Menambah Beban Pedagang Asongan?

×

Penataan Reseller, Ancol Meringankan Atau Menambah Beban Pedagang Asongan?

Sebarkan artikel ini
Penataan Reseller, Ancol Meringankan Atau Menambah Beban Pedagang Asongan
Penertiban pedagang di area Ancol. (Dok IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Penertiban pedagang di area Ancol Taman Impian oleh management pengelola menuai ragam penolakan. Apalagi sempat beredar video adanya peristiwa kericuhan antara pedagang dengan pihak keamanan Ancol yang membuat tidak nyaman pengunjung Pantai Lagon Ancol yang hendak menikmati liburan.

Diduga kericuhan antara pedagang dengan pihak security Ancol disebabkan, beberapa pedagang yang merupakan masyarakat sekitar keberatan atas penertiban dan aturan baru yang dianggap memberatkan para pedagang.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Menanggapi hal ini, Humas Ancol Taman Impian, Ariyadi Eko Nugroho membenarkan pihak pengelola saat ini sedang melakukan penertiban terhadap pedagang-pedagang di area Ancol.

“Saat ini kami memang sedang melakukan penataan kembali terhadap mitra pedagang atau reseller di kawasan Taman Impian untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan dipastikan semua berjalan dengan baik sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar Eko saat dihubungi IndonesiaGlobal, Minggu 16 Juni 2024.

LIHAT JUGA:   Zulmansyah Sekedang Ditunjuk Menjadi PLT Ketum PWI Pusat

Adapun alasan Ancol melakukan penertiban, yaitu untuk mendukung usaha pedagang dengan menertibkan lokasi hingga pemberian modal usaha dan gerobak secara gratis.

“Ancol saat ini tengah melakukan penataan pedangang asongan, dimana kawan-kawan asongan tidak hanya diberikan lokasi berjualan dan kartu akses masuk gerbang serta seragam secara cuma-cuma seperti yang berjalan sebelumnya. Tetapi juga ditambah dengan pemberian modal usaha berupa barang-barang dagangan dan gerobak secara gratis,” tambah Eko.

“Konsep penataan inipun sebelumnya telah melalui tahapan sosialisasi kepada kawan-kawan pedagang asongan,” terang Eko.

Dugaan Ancol Wajibkan Pedagang Setor ke Management

Adapun, hal menjadi pemicu penolakan oleh pedagang diantaranya mengenai tarif setoran yang dibebankan terhadap pedagang dan penempatan gerobak yang dipergunakan untuk dua orang pedagang.

LIHAT JUGA:   Pleno Pengurus PWI Pusat Batalkan Pemberhentian Ketua Umum

Eko pun menjelaskan, untuk informasi itu dirinya belum dapat memastikan. “Saya crosscheck dulu ya,” tutup Eko.

Sebelumnya, Pedagang di area Ancol Taman Impian mengungkap merasa keberatan dengan aturan baru yang dibuat oleh management. Sebab, mereka akan dipintai 30 persen dari keuntungan mereka perharinya.

“Dari dulu gratis, karena ini program CSR dari Ancol untuk masyarakat sekitar atau putra wilayah. Kenapa sekarang dikenakan tarif, apalagi ada juga aturan satu gerobak buat dua pedagang. Kita satu gerobak aja kadang susah buat naro dagangannya,” ungkap salah satu pedagang yang meminta identitasnya tidak disebutkan. (MAG)

Editor: WAH