Banda AcehNanggroe AcehPolri

Semua Pihak Harus Kerjasama Berantas Judi Online di Aceh

×

Semua Pihak Harus Kerjasama Berantas Judi Online di Aceh

Sebarkan artikel ini
Semua Pihak Harus Kerjasam Berantas Judi Online di Aceh
Foto Ilustrasi

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Ade Harianto mengimbau masyarakat, pemuda, dan pelajar agar tidak terlibat dalam permainan judi baik yang dimainkan secara langsung maupun online.

Maraknya judi online di cafe- cafe atau warkop perlu menjadi perhatian khusus semua pihak baik dari lingkungan keluarga, kampung, madrasah, sekolah, dan Dayah.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Selain itu, dampak negatif dari judi online dinilai sangat signifikan, di antaranya timbulnya masalah keuangan, kecanduan, masalah sosial dan keluarga, serta memburuknya kesehatan mental.

Itu dikatakan, Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Ade Harianto kepada Indonesia Global, Sabtu 15 Juni 2024.

Kata Ade, praktik perjudian, khususnya permainan taruhan yang dimainkan oleh semua kalangan saat ini, menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir.

Dok Humas Polda Aceh
Dok Humas Polda Aceh

Sebab menurutnya, judi online sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget kapan dan dimanapun.

“Hal ini tentunya menimbulkan dampak buruk bagi individu, keluarga, dan komunitas”

“Sehingga butuh pengawasan dan perhatian bersama untuk memberantasnya,” jelas Ade.

Sebagai informasi, selama ini pihaknya telah menangani sekira 74 kasus judi online dengan 119 tersangka.

“Mereka diancam hukuman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk atau denda paling banyak 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan,” tukasnya.

Di samping itu, tambah Ade, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan langkah- langkah penegakan hukum yang lebih ketat terkait judi online.

Selain itu, Kapolda juga memerintahkan jajaran untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

Kekinian Ade berharap, adanya kerja sama antar lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder dalam memberantas judi online.

“Kerja sama semua pihak baik di tingkat pusat maupun daerah sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Semua dilakukan demi tegaknya syariat Islam di Aceh,” demikian, kata Ade Harianto. (MAG)

Editor: WAH

LIHAT JUGA:   Anggota Polsek Simpang Jernih Pantau Giat Posyandu