Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap

×

Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap

Sebarkan artikel ini
Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap
Pengeboran Sumur Rayeu C-1A di Gampong Meudang Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. (Dok IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, ACEH UTARA – Pengeboran Sumur Rayeu C-1A di Gampong Meudang Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, diduga menimbulkan aroma menyengat.

Amatan IndonesiaGlobal Selasa 11 Juni 2024, pengeboran untuk menghasilkan gas dilakukan PT Pema Global Energi (PGE) itu, diduga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitarnya.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Aroma menyengat seperti bau gas itu, juga sangat terasa di hidung para petani setempat sedang melakukan penanaman padi.

Hal itu dibenarkah oleh sejumlah warga setempat, saat dimintai keterangan wartawan ini, Selasa petang.

Kata mereka memang bau bang. “Kadang warga sedang menanam padi di sawah juga nggak tahan dengan aroma menyengat ini. Bahkan ada yang mual hingga muntah, tidak sanggup menahan bau itu,” beber sejumlah warga, enggan disebut namanya.

LIHAT JUGA:   Pj Bupati Aceh Jaya, Terima Kunjungan Staf Presiden RI

Mereka pun mengaku pasrah dengan keadaan ini, saat disinggung perhatian perusahaan terhadap masyarakat, salah satu warga mengatakan saat ini perhatian itu belum ada.

Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap
Tampak menara pengeboran Sumur Rayeu C-1A di Meudang Ara Aceh Utara. (Dok IndonesiaGlobal)

“Belum ada bang, tapi kita enggak tau apa sudah ada sama pihak lain, yang jelas kita belum ada menerima apapun,” tukasnya.

Selain itu, menurut sumber diperoleh media, pihak perusahaan sudah memberikan uang kepada oknum geuchik setempat senilai Rp10 juta, dibagikan kepada masyarakat, per KK katanya, Rp120 ribu.

Di sisi lain, saat wartawan ini mendatangi pintu gerbang pengeboran Sumur Rayeu C-1A yang hampir dikerjakan setahun itu, terlihat mesin sedang menyala.

LIHAT JUGA:   Polsek Pantee Bidari, RJ Kasus Penipuan dan Penggelapan

Ditanya terkait bau menyengat seperti aroma gas, pekerja dan scuriti di lokasi membantah hal itu.

“Ini bukan bau gas, tapi bau lumpur dari hasil pengeboran saat dilakukan,” sebut mereka serentak.

Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap
Tampak spanduk bertulisan selamat datang di Sumur Rayeu C 1A Di Meudang Ara Aceh Utara. (Dok IndonesiaGlobal)

Tak berselang lama, datang salah satu pekerja lain menemui media ini, tepat di Pos Satpam pintu masuk.

Mengenakan seragam PT, dia mengatakan barusan pihak Lingkungan Hidup Aceh Utara baru saja dari sini mengecek laporan bau gas dimaksud, namun ditanya lebih jauh, dia enggan menjelaskan kunjungan lingkungan hidup secara gamblang.

“Saya gak bisa menjawab, langsung aja ke mereka pihak perusahaan,” katanya.

LIHAT JUGA:   Anggota Polsek Simpang Jernih Pantau Giat Posyandu

Diapun menanyakan status wartawan dari mana. Apa Aceh Utara? Jika dari Aceh Utara, dia mengaku ada kawan dan sebagai ketua salah satu organisasi wartawan di Aceh Utara.

Usai bertanya terkait identitas wartawan, dia kembali masuk ke dalam area, menuju arah pintu mess atau tempat tinggal.

Terlihat pekerja sedang berada didalam lokasi pengeboran Sumur Rayeu C-1A di Meudang Ara Aceh Utara. (Dok IndonesiaGlobal)

Terlihat dia bertemu dengan seorang rekannya, mengenakan baju sama. Dia sempat berbicara empat mata sekira beberapa menit, dengan mata melirik arah wajah wartawan ini.

Terpisah, Humas PT Pema Global Energi (PGE) Agus Salim, saat dikonfirmasi Rabu 12 Juni 2024 malam, membantah terkait bau menyengat timbul di lokasi pengeboran.

Kata dia, pada Selasa 11 Juni 2024 kemarin, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Utara sudah mengecek ke lokasi pengeboran di Desa Meudang Ara.

LIHAT JUGA:   Polsek Idi Rayeuk, Amankan Terduga Pelaku Perampasan Dengan Kekerasan

“Namun tidak ditemukan tanda-tanda bau gas menyengat atau aroma gas beracun disebut selama ini dinilai meresahkan masyarakat setempat,” jawabnya melalui telepon WhatsApp.

Dia juga menjelaskan, jika pengeboran sumur di Desa Meudang Ara Aceh Utara itu sudah selesai dilakukan, kedalamannya sekira 6500 meter ke dalamnya.

Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Di Meudang Ara Aceh Utara, Diduga Timbulkan Aroma Tak Sedap
Tampak tulisan dilarang masuk dan kawasan wajib APD di Pengeboran Sumur Rayeu C-1A Desa Meudang Ara Aceh Utara. (Dok IndonesiaGlobal)

Terpisah, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup Aceh Utara, Samsul, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu malam membenarkan pihaknya sudah terjun menyelidiki lokasi pengeboran milik PT PGE di Desa Meudang Ara.

Kata dia, pada saat dilakukan kunjungan lapangan dilokasi Sumur Rayeu C-1A di Desa Meudang Ara, Kecamatan Baktiya, tidak adanya aktivitas pengeboran dan bau menyengat.

“Pengamatan secara visual, tidak ditemukannya bauan di lokasi kegiatan dan berdasarkan uji gas detector, tidak adanya gas berbahaya dengan hasil nol H2S di sekitar lokasi kegiatan,” kata dia.

LIHAT JUGA:   Polres Atam, Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

Sementara itu, Nasir, Geuchik Desa Meudang Ara, Kecamatan Baktiya, sat ditemui di rumahnya, Selasa 11 Juni 2024 petang, bersangkutan sedang tidur.

“Bapak sedang tidur bang,” kata orang rumah Geuchik Desa Meudang Ara itu.

Di konfirmasi via WhatsApp, pada Rabu malam, geuchik enggan menggubris telepon dan pesan dikirim wartawan ini.

Editor: VID