Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Haji Uma dan Pemerintah Aceh, Sambut Kepulangan Nelayan Yang Ditahan Di Thailand

×

Haji Uma dan Pemerintah Aceh, Sambut Kepulangan Nelayan Yang Ditahan Di Thailand

Sebarkan artikel ini
Haji Uma dan Pemerintah Aceh, Sambut Kepulangan Nelayan Yang Ditahan Di Thailand
Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman, akrab disapa Haji Uma, ikut menyambut kepulangan 32 nelayan Aceh Timur dari Thailand di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Jumat 31 Mei 2024.

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman, akrab disapa Haji Uma, ikut menyambut kepulangan 32 nelayan Aceh Timur dari Thailand di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Jumat 31 Mei 2024.

Para nelayan tersebut tiba di tanah air, usai menjalani hukuman penjara selama 8 bulan di Thailand, kasus ilegal fishing.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kepulangan para nelayan didampingi langsung Perwakilan Duta Besar RI Bangkok, Thailand, hingga selesai serah terima kepada Pemerintah Aceh.

Hadir dalam serah terima 32 nelayan tersebut, yaitu Haji Uma, perwakilan Kemenlu RI, perwakilan Kementerian KKP, perwakilan KBRI Thailand, Aliman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, dan kepala kantor perwakilan DPD RI Sumut.

Awalnya pemulangan ke 32 Nelayan tersebut terkendala dengan biaya tiket pesawat dari Thailand ke Indonesia

LIHAT JUGA:   Tuntut Perkara Lahan PT CA Selesai, Masyarakat dan Mahasiswa Abdya Geruduk Kejari

Namun kepiawan Haji Uma dalam membangun komunikasi dengan Aliman, kepala DKP Aceh, pemilik kapal (toke Boat) dan Pemkab Aceh Timur, masalah biaya pemulangan dapat teratasi atas bantuan sebagian besar dari Baitul Mal Aceh.

“Alhamdulillah atas bantuan para pihak ke 32 nelayan Aceh Timur telah tiba dengan selamat dan akan segera berkumpul dengan keluarga masing-masing” ungkap Haji Uma

Dalam pemyambutannya, Haji Uma ikut memberi nasehat kepada para nelayan untuk menjadikan masalah ini sebagai pembelajaran dalam mencari ikan dengan tidak melakukan pelanggaran wilayah teretorial negara lain.

Suasana haru warnai proses serah terima ke 32 nelayan tersebut, bahkan ada nelayan ikut merangkul dan memeluk Haji Uma sembari berterima kasih atas upaya yang dilakukannya.

LIHAT JUGA:   Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Bawah Umur, Diringkus Polres Langsa

Para nelayan juga menceritakan kesedihan selama menjalani hukuman di negara orang, seharusnya mereka bisa melaksanakan puasa ramadhan dan hari Idul Fitri bersama keluarga.

Para nelayan tidak menginginkan hal ini terjadi, namun sang pawang ketika mengarahkan Boat tidak menggubris himbauan anak buah kapal.

Hingga saat ini ada 6 nelayan Aceh Timur yang masih mejalani hukuman di Thailand karena perbedaan masa hukuman yaitu pawang boat dan nelayan yang berulang kali melakukan ilegal fishing ke negara Thailand.

Setelah proses serah terima dari Kemenlu RI dan KBRI Thailand kepada Pemerintah Aceh yang ikut disaksikan Haji Uma, ke 32 Nelayan tersebut dipulangkan ke Aceh Timur dengan menggunakan armada dari Dinas Sosial Aceh.

Kini kesemua nelayan sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing, demikian.

Editor: VID