Banda AcehNanggroe AcehPolri

Delapan Tersangka Diringkus Polisi Terkait Kasus Narkoba

×

Delapan Tersangka Diringkus Polisi Terkait Kasus Narkoba

Sebarkan artikel ini
Delapan Tersangka Diringkus Polisi Terkait Kasus Narkoba
Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, AKP Ferdian Chandra terkait ungkap kasus penyalahgunaan narkotika di wil hukum Polresta Banda Aceh. (Foto IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Tim Resnarkoba Polresta Banda Aceh Banda Aceh berhasil meringkus delapan orang tersangka, terkait dugaan kasus Narkotika jenis sabu dan minuman keras.

Amatan IndonesiaGlobal, ungkap kasus tersebut digelar dalam Konferensi Pers di ruang Indoor Mapolresta Banda Aceh, dengan menghadirkan sejumlah tersangka dalam kasus tersebut, Jumat 31 Mei 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Sementara, tertangkapnya para tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika, berdasarkan kaduan masyarakat ke WA Curhat Polresta Banda Aceh.

Itu dikatakan, Kasat Narkoba AKP Ferdian Chandra kepada awak media.

Kata dia, penangkapan para tersangka, pertama dilakukan di Gudang Miko kawasan Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya.

Saat penangkapan, beber AKP Candra petugas menemukan alat hisap sabu dan kaca pirex, serta berhasil meringkus empat tersangka inisial AS, 39 tahun, kemudian JR, 44 tahun, IS, 22 tahun, dan TRI, 34 tahun.

“Lalu dari hasil interogasi, para tersangka mengakui, jika memperoleh barang haram itu dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang bernama Pian,” tukas Candra.

LIHAT JUGA:   Polresta Banda Aceh, Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK

Selanjutnya, dari hasil pengembangan kasus, tim kembali melakukan penangkapan kedua, di depan SDN Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

“Disitu tim berhasil menemukan sekira 0,18 gram sabu di tangan MH, 29 tahun. MH mengakui menjual sabu tersebut dengan harga Rp 200 ribu”

“Petugas kemudian menggeledah rumah MH dan kembali menemukan 1,18 gram sabu di dalam lemari baju. MH mengakui sabu tersebut diperoleh dari tersangka MD, 40 tahun,” jelas Candra.

Tidak menunggu lama, petugas melakukan penangkapan terhadap MD, di sebuah kebun di kawasan Gampong Bueng Ceukok, Ingin Jaya.

Dalam penangkapan tersebut, tukasnya, petugas turut mengamankan tersangka lain, inisial SK, 43 tahun di lokasi sama.

“Saat digeruduk, tim menemukan alat isap sabu (bong), serta lima botol air mineral berisi tuak, milik SK dan MD dan disitu petugas juga turut mengamankan tersangka MN, 54 tahun”

LIHAT JUGA:   Dua Calon Wali Kota Langsa dan Elemen Masyarakat, Kolaborasi di Meja Kopi

“Jadi ketiga tersangka ini, diciduk saat pesta tuak. Sementara, dua tersangka lain, terkait kasus sabu dan khamar,” ucap Kasat Narkoba.

Atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyalahgunaan narkotika, mereka dituntut sanksi pidana, telah melanggar pasal 112 ayat 1 subsidair pasal 114 ayat 1 subsidair pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika subsidair pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun dan denda Rp 8 miliar.

Sedangkan, untuk tersangka khamar disangkakan pasal 15 ayat 1 subsidair pasal 16 ayat 1 Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Dengan ancaman 60 kali cambuk, denda 600 gram emas dan penjara 60 bulan.

Kekinian AKP Ferdian Chandra selaku Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh menegaskan, kepolisian berjanji akan menindak tegas siapapun yang terbukti memiliki, menyimpan, menjual, mengkonsumsi atau mengedarkan barang haram tersebut, sesuai sanksi pidana di wilayah hukum Kepolisian Daerah Aceh, demikian. (MAG)

Editor: RAH