Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Bareskrim: Caleg DPRK Aceh Tamiang PKS Dapat Rp380 Juta Dari Jaringan Sabu Malaysia

×

Bareskrim: Caleg DPRK Aceh Tamiang PKS Dapat Rp380 Juta Dari Jaringan Sabu Malaysia

Sebarkan artikel ini
Bareskrim: Caleg DPRK Aceh Tamiang PKS Dapat Rp380 Juta Dari Jaringan Sabu Malaysia
Diduga terlibat kasus penyalahgunaan Narkotika, Caleg terpilih DPRK Aceh Tamiang, dapil dua PKS, Sofyan, diringkus Bareskrim Polri. (Foto Humas Polda Aceh)

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Bareskrim Polri menyebut Caleg terpilih DPRK Aceh Tamiang dari PKS, Sofyan menerima komisi sebesar Rp380 juta dari jaringan narkotika Malaysia.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Gembong Yudha menyebut uang tersebut diterima Sofyan sebagai dana operasional peredaran sabu ke wilayah Jakarta.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Gembong menjelaskan dana operasional tersebut diterima Sofyan Caleg terpilih dari PKS dalam dua tahap. Pertama, Sofyan menerima uang sebesar Rp280 juta dalam paket 70 kilogram sabu.

Seminggu setelahnya, kata Gembong, Sofyan kembali menerima dana operasional sebesar Rp100 juta yang dikirimkan langsung ke rekening pribadinya.

LIHAT JUGA:   Pria 39 Tahun di Langsa, Diduga Rudapaksa Anak Tiri

“Informasi yang kita dapat gitu. Dia dapet pertama itu Rp 280 (juta), terus ditambah Rp 100 juta jadi total semua Rp 380 juta,” kata Gembong saat dihubungi, Jumat 31 Mei 2024.

Dari hasil pemeriksaan, Gembong menyebut, sebagian uang tersebut dibagikan Sofyan kepada ketiga kurirnya sebagai imbalan untuk pengiriman sabu menuju Jakarta.

“Untuk operasional aja, bawa barang dari Aceh ke Jakarta,” katanya.

Sofyan sebelumnya berhasil ditangkap terkait kasus peredaran 70 kilogram sabu oleh tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di kawasan Manyak Payed, Aceh Tamiang, pada Sabtu (25/5).

LIHAT JUGA:   Tiga Alumni Babun Najah Raih Gelar Sarjana di "Kota Seribu Wali" Yaman

Sofyan ditangkap usai melarikan diri selama tiga minggu dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dalam pelariannya, Mukti menyebut Sofyan sempat berpindah tempat dari kota Aceh Tamiang hingga Medan.

Dalam perkara ini, Mukti memastikan Sofyan telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Ia dijerat dengan Pasal 114 juncto Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dia diproses Undang-undang Narkotika Pasal 114 Juncto 132 UU Narkotika. Ancaman terberat hujuman mati dan minimal terendah 6 tahun penjara,” tuturnya.

Sumber: Cnnindonesia