Jendela BarselaNanggroe Aceh

Sedang Makan Di Warung Dituding Berbuat Khalwat, Satpol PP Jawab Ini: Korban Minta Hak Koreksi

×

Sedang Makan Di Warung Dituding Berbuat Khalwat, Satpol PP Jawab Ini: Korban Minta Hak Koreksi

Sebarkan artikel ini
Sedang Makan Di Warung Dituding Berbuat Khalwat, Satpol PP Jawab Ini Korban Minta Hak Koreksi
Satpol PP/WH Aceh Selatan. (Dok Satpol PP Aceh Selatan)

INDONESIAGLOBAL, ACEH SELATAN – Beredar di salah satu media online terkait muda-mudi dipergoki diduga sedang melakukan Khalwat, di Warung Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Rabu 22 Mei 2024 lalu.

Kepala Satpol PP/WH Aceh Selatan, Dicky Ikhwan, melalui Kepala Bagian Penegakan Perundang-undangan Daerah dan Syariat Islam (PPD SI), Rudi Subrita, angkat bicara.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kepada IndonesiaGlobal, Minggu 26 Mei 2024, dia menyebutkan saat melakukan patroli, pihaknya menemukan sepasang muda-mudi sedang berpacaran.

“Saat itu kami sedang melakukan patroli di wilayah Tapaktuan dan Samadua. Setiba di lokasi dimaksud, kami menemukan sepasang muda-mudi berada di salahsatu warung itu,” ungkapnya.

Pasangan itu, jelas Rudi, tidak melakukan hal-hal mengarah pada perzinaan. “Saat itu di lokasi, hanya kurang diterangi pencahayaan saja,” kata dia.

LIHAT JUGA:   Pj Bupati Simeulue, Launcing Internet Statelit

Kemudian, kami hanya memberi binaan kepada mereka. Sebab, pada saat itu tidak ada bukti mengarah jika pasangan dimaksud melakukan perbuatan zina, tutur Rudi.

Terpisah, pasangan muda-mudi tersebut, kepada IndonesiaGlobal, membantah tudingan dugaan pemberitaan miring terhadap mereka.

Kata dia, kami keluar dari rumah sepengetahuan keluarga, dan hendak jalan-jalan, sekira pukul 20.00 WIB.

Usai jalan-jalan, sekira pukul 21.00, kami merasa lapar dan berhenti di salah satu warung Gunung Kerambil, untuk makan mie.

“Usai makan, kamipun hendak beranjak pulang, itu sekira pukul 21.30 WIB.” Namun tiba-tiba, ada petugas Satpol PP mendatangi kami, tujuannya guna meminta keterangan keberadaan kami di warung itu.

LIHAT JUGA:   Bawaslu Kota Langsa, Peusijuk Kantor Baru

Terkait kami disebut melakukan khalwat, itu darimana dasarnya? Apalagi dengan gamblang menayangkan berita tanpa bertanya terlebih dulu kejelasan informasi itu dan menaruh foto kami?

“Seharusnya, bekerjalah sesuai Kode Etik Jurnalis (KEJ) dan profesional.” Berikan Hak Koreksi, sebab itu dinilai sudah merusak citra pun diri kami, katanya nada dongkol.

Dia pun menjelaskan jika hak koreksi itu tentu harus dipahami, yakni hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain, tutupnya. (MAG)

Editor: DEP