HukumJendela BarselaNanggroe Aceh

Polisi Ringkus Pelaku Pemburu Gading Gajah di Aceh Utara

×

Polisi Ringkus Pelaku Pemburu Gading Gajah di Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Polisi Ringkus Pelaku Pemburu Gading Gajah di Aceh Utara

INDONESIAGLOBAL, LHIKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe, menangkap tersangka pemburu satwa dilindungi.

Ju alias M, 48 tahun, warga Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara l, ditangkap atas dugaan pemburu gading gajah, kata Kasat Reskrim, Iptu Ibrahim kepada IndonesiaGlobal, Ahad 26 Mei 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kata dia, pada Sabtu 23 Maret 2024 lalu, sekira pukul 20.00 WIB, warga setempat menemukan bangkai seekor gajah sudah mati di Gampong Alue Dua, Nisam Antara, Aceh Utara.

Saat ditemukan, gading gajah sudah dalam kondisi terpotong dari belalainya. Kemudian dari situ polisi menduga adanya praktik perburuan satwa dilindungi, ucap Ibrahim.

Lalu, usai mendapatkan beberapa informasi dari masyarakat, polisi langsung turun ke lokasi guna melakukan penyelidikan.

LIHAT JUGA:   MPG Melakukan Latihan Darurat Pencegahan Banjir

“Dari situ tim berhasil mengindetifikasi tersangka, diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap hewan berkuping lebar tersebut,” jelas Ibrahim.

Tak menunggu lama, tim melakukan proses penangkapan terhadap inisial JU alias M. Setelah berhasil diringkus, tersangka digiring ke Polres Lhokseumawe, tukas Ibrahim.

Kemudian, setelah dilakukan proses penyidikan terhadap tersangka, tim melakukan pengembangan dan menemukan barang bukti dari kasus tersebut.

“Dari pengakuan tersangka, ia menyembunyikan gading gajah di perkebunan sawit Gampong Padang Sikumbang, Kecamatan Woyla, Aceh Barat.

Lalu, berdasarkan keterangan pelaku, polisi mengamankan dua gading gajah, satu unit sepeda motor, merk Honda Supra X 125 warna hitam, serta dua gading lainnya masih menempel pada belalai.

“Untuk dua gading yang masih menempel pada belalai atau belum terpotong ini, langsung kita serahkan pada pihak BKSDA,” beber Kasatreskrim Ibrahim.

LIHAT JUGA:   Pj Bupati Aceh Jaya, Terima Kunjungan Staf Presiden RI

Saat ini, tersangka ditahan di Polres Lhokseumawe, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sesuai ketentuan hukum berlaku.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 Undang- undang Nomor 05 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda sekira Rp 100 juta.

Kekinian, Iptu Ibrahim selaku Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana perburuan terhadap satwa dilindungi negara.

Namun, jika masih ditemui adanya praktik liar perburuan, maka polisi tidak segan- segan akan menindak tegas para pelaku perburuan sesuai ketentuan hukum berlaku, demikian. (MAG)

Editor: RAH