Banda AcehNanggroe Aceh

F-PRB: Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Aceh

×

F-PRB: Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Aceh

Sebarkan artikel ini
F-PRB: Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Aceh
Foto Ilustrasi

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, memberi seruan pada masyarakat di Aceh untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadindi sejumlah daerah akhir- akhir ini.

Sebelumnya, BPBA juga telah mengingatkan, terkait potensi hujan sedang hingga lebat, periode 20 hingga 22 April 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Sementara, seruan dikeluarkan sebagai respons terhadap peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, terkait prospek cuaca yang tidak menentu dan potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di wilayah Aceh dalam seminggu ke depan.

Itu dikatakan, Ketua Forum PRB Aceh, Muhammad Hasan Bangka, kepada IndonesiaGlobal, Jumat 24 Mei 2024.

Hasan menekankan, bahwa mengingat potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, atau bahkan badai memerlukan kewaspadaan yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

“Menghadapi potensi cuaca buruk yang mungkin terjadi, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Hasan, bahwa peringatan yang disampaikan oleh BMKG, harus dipahami dengan serius dan dijadikan sebagai acuan, untuk melakukan persiapan menghadapi kemungkinan cuaca yang buruk.

“Dalam situasi yang potensial menghadirkan risiko bencana, kesigapan dan kewaspadaan merupakan langkah yang sangat diperlukan untuk meminimalkan kerugian dan melindungi keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

LIHAT JUGA:   Lepas Peserta Event KAE, Pj Bupati Syakir: Nikmatilah Indahnya Alam Agara

Oleh karena itu, Forum PRB Aceh mengimbau agar masyarakat selalu waspada, memperhatikan informasi terbaru dari BMKG, dan melakukan langkah-langkah persiapan yang diperlukan untuk menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem.

Adapun langkah- langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memperhatikan peringatan atau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG.

Selain itu, tambah Hasan, menghindari aktivitas di tempat terbuka yang rawan terkena dampak cuaca buruk, serta memastikan keselamatan diri dan keluarga dengan menjauh dari area yang berpotensi terkena dampak cuaca ekstrem.

Di sisi lain, dalam menghadapi situasi darurat, pentingnya untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang, serta petugas penyelamat.

“Dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik, diharapkan masyarakat dapat menghadapi potensi cuaca buruk dengan lebih siap dan aman”

“Potensi banjir dan tanah longsor juga perlu di waspadai, khususnya di kawasan timur dan Pantai Barat Selatan Aceh, serta dataran tinggi,” tutur Hasan.

Tempat lain, menyikapi potensi cuaca ekstrem, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Kalaksa BPBA), Fadmi Ridwan, sudah memerintahkan personel piket Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA, untuk senantiasa siaga dan memantau kondisi di 23 Kab/Kota se Aceh, serta melakukan koordinasi dengan personil piket Pusdalops PB BPBD se-Aceh.

LIHAT JUGA:   Siap-siap! Satlantas Polres Atim Gelar Operasi Patuh Seulawah 2024

Selama ini, kata Fadmi, BPBA senantiasa melaksanakan piket rutin yang dibagi dalam dua shift.

“Untuk shift pertama, dimulai sejak pagi hingga sore hari. Kemudian, shift kedua, dari sore sampai pagi hari lagi. Artinya, siaga 24 jam”

“Adapun, pelaksanaan piket dilakukan selama 24 jam, telah berlangsung selama bertahun- tahun, jadi personil yang ditempatkan di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBA, bertugas memonitor dan melakukan koordinasi dengan personel piket Pusdalops BPBD Kab/Kota seAceh,” terang Fadmi.

Disamping itu, Plt. Kalaksa BPBA, juga mengingatkan, waspadai potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Aceh pada periode tanggal 20 hingga 22 April 2024, yaitu di wilayah Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Jaya, Bener Meriah, Pidie Jaya, Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe, Subulussalam,” pungkasnya. (MAG)

Editor: WAH