Jendela AlaNanggroe AcehPeristiwa

Seorang Petani di Aceh Tenggara Tewas Diinjak Gajah Liar

×

Seorang Petani di Aceh Tenggara Tewas Diinjak Gajah Liar

Sebarkan artikel ini
Seorang Petani di Aceh Tenggara Tewas Diinjak Gajah Liar
Jezanah M. Saleh (32 tahun) Korban Tewas Diinjak Gajah Liar. (Foto: Dok Humas Polres Agara/IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, ACEH TENGGARA – M. Saleh, 32 tahun, seorang petani yang sedang bekerja di kebun mencari buah kemiri di Desa Sade Ate, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, tewas setelah diinjak gajah liar, Rabu 22 Mei 2024.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono melalui Plt Kasi Humas, Ipda Patar Erwinsyah membenarkan, korban bernama MS (32 tahun), seorang petani dari Desa Sepakat Kecamatan Leuser, bersama tiga rekannya JN (40 tahun), LS (42 tahun) dan AT (40 tahun) sedang bekerja di kebun, di wilayah Kecamatan Leuser, sekitar pukul 08.00 WIB, merenggang nyawa setelah diinjak gajah liar.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Tiba-tiba mereka melihat sekelompok gajah, mereka segera mencoba lari untuk menyelamatkan diri. Namun, upaya mereka tidak berhasil ketika gajah mengejar dan memijak MS,” kata Patar dalam keterangan tertulis kepada IndonesiaGlobal, Rabu 22 Mei 2024.

LIHAT JUGA:   MPG Secara Komprehensif Memperkuat Peningkatan Kapasitas Manajemen Keselamatan

Lanjutnya, menurut ketiga rekannya yang berhasil melarikan diri. Rombongan gajah liar tersebut berjumlah enam ekor, termasuk anak gajah.

“Rekan korban melihat gajah liar itu mengamuk, dengan melilitkan belalai pada korban, serta membanting dan memijak korban,” bebernya.

Patar menerangkan, pada pukul 10.20 WIB, ketiga saksi yang berhasil selamat segera lari ke Desa Sada Ate untuk meminta pertolongan kepada warga. Dan warga yang mendapatkan informasi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babul Makmur. Petugas pun segera menuju lokasi kejadian.

“Dilokasi kejadian korban MS sudah meninggal dunia. Akibat mengalami luka parah di bagian kepala, dada serta patah di kedua belah tangan” ungkap Patar.

Patar menyebutkan, proses evakuasi jenazah korban dari tempat kejadian menuju ke Desa Sada Ate baru bisa diselesaikan sekitar pukul 14.30 WIB. Jenazah korban dimasukkan ke dalam mobil cold diesel untuk diantar ke rumah duka di Desa Kute Lesung, Kecamatan Lawe Sumur.

LIHAT JUGA:   Tiga Alumni Babun Najah Raih Gelar Sarjana di "Kota Seribu Wali" Yaman

Namun, saat di perjalanan, sekitar pukul 17.00 WIB, mobil cold diesel yang membawa jenazah korban mengalami kerusakan, tepatnya di dekat Jembatan Lawe Renun daerah setempat.

“Akhirnya, sekira pukul 18.00 WIB, Ambulans baru tiba untuk melanjutkan perjalanan membawa jenazah korban ke rumah duka,” katanya.

Patar, mengungkapkan, proses panjang dan penuh tantangan dia alami dalam proses pembawaan jenazah korban menuju rumah duka. Hal ini menggambarkan betapa sulitnya akses jalan dan kondisi yang harus dihadapi masyarakat di daerah itu. (MAG)

Editor: RAH