Jendela BarselaNanggroe Aceh

Kejaksaan Geledah Kantor BPKD Aceh Barat

×

Kejaksaan Geledah Kantor BPKD Aceh Barat

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Geledah Kantor BPKD Aceh Barat
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Barat menggeledah Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, Selasa 21 Mei 2024. (Foto Dok Kejati Aceh)

INDONESIAGLOBAL, ACEH BARAT – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Barat menggeledah Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, Selasa 21 Mei 2024.

Pengeledahan itu guna mendalami dan mengumpulkan sejumlah alat bukti terkait dugaan korupsi pajak penerangan lampu jalan saat ini sedang ditangani.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat Siswanto melalui Kasi Pidsus Taqdirulah mengatakan, sejauh ini pihaknya menyita sejumlah dokumen terkait dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh pihaknya.

LIHAT JUGA:   Diskominfo Langsa, Saksikan Penandatangan Layanan Informasi Publik Antara Ini

“Kita lakukan penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Meulaboh,” jelasnya.

Taqdirulah, menerangkan lebih lanjut, sejauh ini ada 50 orang lebih yang sudah dilakukan pemeriksaan diantaranya, pegawai daerah yang dipriksa yaitu Tenaga Harian Lepas (THL) kabid, kasubid dan kepala BPKD.

“Sejumlah barang bukti yang berhasil disita atau di amankan berupa dokumen Hard dan Soft Copy,” tegasnya.

Penggeledahan ini dilakukan bertujuan sebagai upaya untuk mengumpulkan barang bukti terkait perkara korupsi yang sedang ditangani oleh pihaknya. Namun, terkait tersangka sejauh ini belum ada yang ditetapkan.

LIHAT JUGA:   Sinergisitas Diskominfo Langsa, Bersama Lapas Narkotika Kelas IIB dan RRI Lhokseumawe

“Kita terus melakukan pemeriksaan terhadap yang diduga melakukan tindakan yang merugikan negara itu,” tambahnya.

Ungkap Taqdirulah, dirinya meminta pegawai BPKD dalam proses pemeriksaan untuk kooperatif dan dapat melengkapi bahan yang diperlukan.

“Sehingga memudahkan penyidik dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah pengadilan,” demikian Taqdirulah.

Editor: WAH