BANNER
Politik

WWF Bali 2024, Polri Aktifkan Posko Command Center 91

×

WWF Bali 2024, Polri Aktifkan Posko Command Center 91

Sebarkan artikel ini
WWF Bali 2024, Polri Aktifkan Posko Command Center 91
Kepala Posko Command Center 91 Operasi Puri Agung 2024, Brigjen Pol Muhammad Firman. (Foto Humas Polri)

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali aktifkan Command Center 91 selama Operasi Puri Agung 2024 berlangsung.

Untuk diketahui, posko tersebut berada di komplek ITDC Nusa Dua, Bali. Sementara pengadaan posko, guna menyiagakan serta menjamin keamanan kegiatan KTT World Water Forum (WWF), agar berjalan dengan lancar.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Itu disampaikan, Kepala Posko Command Center 91 Operasi Puri Agung 2024, Brigjen Pol Muhammad Firman kepada awak media, Kamis 16 Mei 2024.

Kata Firman, operasi Puri Agung merupakan operasi kepolisian terpusat, dengan Sandi Puri Agung. Selain itu, operasi sengaja dibentuk, guna menjamin pemeliharaan keamanan yang dilaksanakan selama KTT World Water Forum berlangsung.

Firman menerangkan, sebanyak 5.791 personil yang tergabung dalam delapan satgas dan dua satgas wilayah, dikendalikan melalui Posko Command Center 91.

LIHAT JUGA:   Jokowi Ingkar Janji Kurangi Warisan Utang

Selain itu, dari posko ini juga dapat menonitor langsung setiap kegiatan seluruh anggota yang disebar di seluruh klaster.

“Untuk saat ini, ada lima klaster yang menjadi objek pengamanan yaitu Klaster Nusa Dua Utara, Nusa Dua Selatan, Jimbaran, Kuta dan Sanur”

“Kemudian untuk memonitor kegiatan pengamanan ini tidak hanya objek kegiatan tapi di objek- objek penginapan para delegasi,” terangnya.

Firman melanjutkan, posko Command Center 91 juga terkoneksi dengan kamera CCTV yang berada di Bali. Para petugas disiagakan pada saat diperlukan, untuk melaksanakan kegiatan di lapangan bila ada permasalahan, ancaman dan gangguan di lapangan, agar dapat dikendalikan dengan cepat.

“Anggota sudah disebar berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkan, kemudian untuk memonitor dan melaporkan situasi ada beberapa alat komunikasi untuk memonitor mereka, berupa HT, kemudian CCTV yang terkoneksi dengan posko, kemudian CCTV yang terpasang di objek-objek tertentu, kemudian HT yang terkoneksi video analytic itu saja,” bebernya.

LIHAT JUGA:   Jokowi Ingkar Janji Kurangi Warisan Utang

Firman mengatakan, keberadaan posko tersebut, untuk menjamin kegiatan aktivitas masyarakat, agar tidak terganggu selama KTT WWF berlangsung, terhitung sejak tanggal 18 hingga 25 Mei besok.

Menurutnya, masyarakat di Pulau Dewata juga sudah terbiasa dengan berbagai event nasional maupun internasional.

“Tentunya keberadaan operasi ini, diharapkan dapat menjamin aktifitas masyarakat, agar tidak terganggu, kemudian menjamin pelaksanaan KTT agar berlangsung dengan aman”

“Kami berharap masyarakat Bali, sepenuhnya dapat mendukung selama kegiatan berlangsung dan mari sama- sama saling menjaga kamtibmasni, sehingga event internasional ini dapat berjalan lancar dan citra nama bangsa di mata Internasional dapat lebih baik,” tutup Firman. (MAG)

Editor: RAH