Banda AcehHukumNanggroe Aceh

Kedapatan Bawa Gading Gajah, Dua Warga Pidie Ditangkap

×

Kedapatan Bawa Gading Gajah, Dua Warga Pidie Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Kedapatan Bawa Gading Gajah, Dua Warga Pidie Ditangkap
Kedapatan Bawa Gading Gajah, Dua Warga Pidie Ditangkap. (Foto Humas Polda Aceh)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Personel Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh, berhasil menangkap dua pelaku tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) yang dilakukan dengan cara menyimpan, memiliki, dan memperniagakan satwa yang dilindungi berupa gading gajah.

Adapun kedua pelaku tersebut, inisial MD, 50 tahun dan BSR, 30 tahun merupakan warga Pidie. Keduanya ditangkap oleh tim gabungan yang dipimpin AKP Rivandi Permana di Pasar Kota Mini, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Kamis 25 April 2024.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Tipidter AKBP Muliadi menyampaikan, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai adanya transaksi satwa yang dilindungi berupa gading gajah.

LIHAT JUGA:   Devayan Safakat Bersama Dermawan, Bantu Anak Penderita Bocor Jantung Simeulue

Setelah ditelusuri, kata Muliadi, diketahui bahwa informasi tersebut benar, sehingga dilakukan penangkapan.

Sementara, bersama para pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti, berupa dua batang gading gajah dewasa dan satu unit mobil yang digunakan untuk membawa gading gajah tersebut.

“Ada dua pelaku yang kita tangkap. Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan ke Polda Aceh untuk diproses hukum,” beber Muliadi.

Kata dia, bahwa pengungkapan dan penangkapan kasus perdagangan satwa yang dilindungi berupa gading gajah, mencerminkan komitmen Polda Aceh dalam menjaga ekosistem alam.

LIHAT JUGA:   Polresta Banda Aceh, Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK

Menurutnya, penangkapan atau penegakan hukum ini bukan merupakan tujuan utama. Namun, ini sebagai pengingat bahwa terkait masalah KSDAE perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah ikut berperan dalam memberikan informasi untuk memudahkan polisi dalam mengungkap dan menangkap pelaku penjual satwa dilindungi.

Terkini, para pelaku disangkakan telah melanggar pasal 21 ayat (2) huruf b dan d Jo pasal 40 ayat (2) Undang- undang nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE Jo pasal 55 ayat (1) ke-I KUHPidana, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” tutup Muliadi. (MAG)

Editor: RAH