Nanggroe Aceh

Penyidik Serahkan Tersangka Kasus Promosi Judi Online Ke JPU

×

Penyidik Serahkan Tersangka Kasus Promosi Judi Online Ke JPU

Sebarkan artikel ini
Penyidik Serahkan Tersangka Kasus Promosi Judi Online Ke JPU
Penyidik Polda Aceh Serahkan Tersangka Kasus Promosi Judi Online ke JPU. (Foto Humas Polda Aceh)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Tim Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh, menyerahkan tersangka dan barang bukti atau tahap II kasus promosi judi online ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen, Kamis 25 April 2024.

Adapun tersangka dalam kasus tersebut, inisial UK, 19 tahun. Itu disampaikan Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Siber Kompol Ibrahim kepada awak media.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Benar, penyidik sudah melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kasus promosi judi online ke JPU,” tukas Ibrahim.

Kata dia, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya laporan polisi, pada 27 Desember 2023 lalu, terkait adanya aktivitas promosi judi online, sehingga pihaknya bergerak dan mengamankan pemilik akun Instagram, yang mana diketahui bernama UK.

LIHAT JUGA:   MPG Secara Komprehensif Memperkuat Peningkatan Kapasitas Manajemen Keselamatan

Kemudian, dari hasil penyelidikan, akhirnya Tersangka berhasil diamankan di salah satu kafe di Kabupaten Bireuen pada Selasa 19 Desember lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Ibrahim, pemilik akun tersebut membenarkan dan mengakui jika dirinya menjadi affiliator dan sebagai pengiklan judi online melalui akun Instagram miliknya.

“UK juga mengakui telah melakukan kegiatan melanggar hukum itu selama tiga bulan sebelum diamankan,” beber Ibrahim.

Selain itu, Tersangka juga membocorkan, bahwa dirinya mempromosikan judi online tersebut dengan cara membuat status pada akun Instagram miliknya dan mencantumkan link atau situs yang membuka akses perjudian.

“Tersangka atau UK mengakui telah mempromosikan link judi online pada akun Instagram miliknya. Ia juga mengaku dibayar Rp 600 ribu oleh orang yang tidak diingat lagi namanya. Isi percakapan mereka juga sudah dihapus,” jelas Ibrahim.

LIHAT JUGA:   Usai Berita "Modus Razia", Tayang, Ada Oknum Polisi Minta Cabut Berita

Maka, atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 27 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) sesuai dengan Undang- undang Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kekinian, tersangka dan alat bukti berupa satu unit handphone, dua kartu seluler, dan satu akun Instagram yang digunakan tersangka untuk mempromosikan judi online telah diserahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Bireuen untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Terakhir, Ibrahim juga mengimbau masyarakat atau Selebgram Aceh, agar tidak tergiur tawaran untuk mempromosikan link atau situs judi online karena dapat berakibat hukum atau pidana, sekian. (MAG)

Editor: RAH