Banda AcehHukumNanggroe Aceh

Replanting Aceh Jaya, Diduga Tersangka Akan Ditetapkan

×

Replanting Aceh Jaya, Diduga Tersangka Akan Ditetapkan

Sebarkan artikel ini
Replanting Aceh Jaya, Diduga Tersangka Akan Ditetapkan
Ilustrasi Replanting Sawit. (Google)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Ekpose penyelidikan dugaan penyimpangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Aceh Jaya, bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Koperasi Pertanian Sama Mangat tahun anggaran 2019, hingga 2022, sampai dengan 2021, telah dilakukan, pada Selasa 16 Januari 2024 lalu.

Menurut informasi terpercaya IndonesiaGlobal, Jumat 19 April 2024, perkara Replanting itu terus berlanjut, dan bukan hanya satu lokasi.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Ada beberapa kasus replanting lainnya di Kabupaten Aceh Jaya akan ditelusuri.” Pun demikian, sumber itu menyebutkan yang tengah berproses, yaitu Koperasi Pertanian Sama Mangat tahun anggaran 2019, hingga 2022, sampai dengan 2021, ungkapnya.

“Untuk penetapan para tersangka, kemungkinan usai penetapan calon legeslatif terpilih dan akan dilakukan sesuai aturan serta undang-undang berlaku.” Selain itu, untuk rekening koperasi dan rekening lainnya, juga sudah diblokir oleh pihak terkait, katanya.

LIHAT JUGA:   Diskominfo Kota Langsa, Terima Kunjungan Kepala LPP RRI Lhokseumawe

Terpisah, Kejaaksaan Tinggi Aceh, melalui Plh Kasipenkum Kejati, Ali Rasab Lubis dihubungi, belum menjawab konfirmasi media ini.

Sebelumnya, untuk diketahui, pada tahun 2019, hingga tahun 2021, Koperasi Pertanian Sama Mangat Kabupaten Aceh Jaya, secara bertahap telah mengajukan usulan proposal bantuan Program Peremajaan Sawit Rakyat bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit melalui Dinas Pertanian setempat.

Kemudian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, selanjutnya terhadap usulan dimaksud, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit telah menyalurkan anggaran ke rekening masing-masing pekebun.

Yaitu escrow rekening Koperasi Pertanian Sama Mangat, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp43.710.950.000.

Tetapi dalam proses pengusulan dan pengelolaan anggaran dilakukan koperasi saat melaksanakan program itu, diduga terdapat ketidaksesuaian persyaratan.

LIHAT JUGA:   "Modus Razia", di Depan Kantor Pos Langsa Diduga Ada Permintaan Uang Oleh Oknum Polantas

Dari peremajaan kelapa sawit dan penggantian kelapa sawit, sebagaimana kriteria diatur oleh regulasi, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, atau perekonomian negara.

Maka, dari hasil pelaksanaan ekspose hasil penyelidikan dugaan penyimpangan PSR di Aceh Jaya, diketahui dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Pada berita sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Aceh, melalui Plh Kasipenkum Kejati, Ali Rasab Lubis, menuturkan jika hasil pelaksanaan ekspose terhadap hasil penyelidikan dugaan penyimpangan PSR di Aceh Jaya, dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Sebab, sudah ditemukan suatu peristiwa diduga sebagai tindak pidana berpotensi merugikan keuangan negara.” Selanjutnya, kata dia, pada tahap penyidikan akan dilakukan serangkaian tindakan mencari, serta mengumpulkan bukti terjadi, guna menemukan tersangkanya, demikian.

Editor: RAH