EkonomiNanggroe Aceh

Ternyata di Aceh Ada Harta Karun

×

Ternyata di Aceh Ada Harta Karun

Sebarkan artikel ini
Ternyata di Aceh Ada Harta Karun
Foto Ilustrasi Pixabay/Pezibear

INDONESIAGLOBAL – Ternyata di Aceh ada harta karun emas yang jumlahnya cukup banyak, letaknya di wilayah berikut.

Provinsi Aceh merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera yang masuk ke dalam wilayah administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aceh terletak di bagian paling barat Sumatera dengan ibu kota Banda Aceh. Provinsi ini terkenal akan budaya Islamnya yang sangat kental.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Lokasinya yang cukup strategis juga dikenal sebagai pusat perdagangan rempah sejak zaman dahulu.

Provinsi Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Pada awal tahun 710–1522 M, Kesultanan Samudera Pasai adalah status Wilayah protektorat Kesultanan Utsmaniyah (1569–1903) lalu menjadi Kesultanan Aceh saat itu adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka.

Kemudian, Provinsi Aceh memiliki berbagai destinasi wisata yang beraneka ragam dan wajib untuk dikunjungi.

Bahkan, tambang emas di Aceh bukanlah hal baru. Emas urai adalah salah satu komoditas sejumlah kerajaan di Aceh.

Jadi, emas tersebut ditambang di sepanjang aliran sungai pada waktu itu. Keahlian menambang emas didapatkan oleh Aceh setelah belajar dari lancarnya perdagangan dari Timur ke Barat. Dari Barat ada bangsa Persia, Yunani (Gersik/Greek), dan Surya (Arab).

Kemudian, dari Timur ada bangsa Tionghoa dan Pegu, yang memegang peranan penting dalam perdagangan emas urai dan sarang burung.

Dikabarkan, para sarjana Yunani (Romawi) dan Parsia banyak yang ahli dalam ilmu pertambangan emas.

Mereka yang mengajar anak-anak negeri menginang emas dari sungai yang mengandung emas.

Dimana Letak Titik Lokasinya?

LIHAT JUGA:   Jamaah Haji Kloter 8 Nara Kembali Ke Tanah Air, Disambut Haru di Mesjid Giok

Di Aceh, tambang emas tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Meulaboh.

Keberadaan tambang emas di Aceh bukanlah hal baru. Logam mulia tersebut sudah menjadi komoditas utama niaga antar negara selain sarang burung, rempah-rempah, dan barang tambang lainnya.

Tambang emas di Aceh Tengah dioperasikan oleh PT. Linge Mineral Resources.

Tambang Emas di Aceh Pada Masa Silam

Tambang emas di Aceh sudah hadir sejak lama, walaupun sekarang banyak sekali bertebaran tambang emas ilegal yang secara ekonomi lebih besar mengalir ke luar Serambi Mekkah, di masa silam tambang emas itu diusahakan langsung oleh kesultanan.

Melansir dari berbagi sumber, lokasi tempat pertambangan emas di masa itu dikenal dengan Alue Meuh (Alur Mas).

Alue Meuh (Alur Mas) ini letaknya tidak jauh dari bekas istana Raja Peureulak. Dengan begitu, kini daerah tersebut dikenal dengan Paya Meuligoe.

Bahkan, di sekitar istana Raja Peureulak juga ditemukan banyak telaga minyak tanah.

Selain itu, tambang emas di Aceh juga dicatat dalam sejarah pernah ada di Pase, setelah didirikannya Kerajaan Pasai.

Untuk tambang emas dibangun di hulu Sungai Pasai, di atas Kampung Perak. Tambang emas tersebut dikerjakan oleh sarjana dari Persia.

Bukti otentik terkait tambang emas di Pasai bisa dilihat dari mata uang yang digunakan oleh Kerajaan.

Sultan Malikussaleh adalah raja satu-satunya yang mulai membuat alat tukar dari emas, yang disebut derham emas (Pasaiche gouden munten) dan dikeluarkan oleh Sultan Zainal Abidin Bahian Syah, dan Ratu Buhayah. Kala itu, raja-raja di tempat lain mengeluarkan uang dari kulit dan timah.

LIHAT JUGA:   "Modus Razia", di Depan Kantor Pos Langsa Diduga Ada Permintaan Uang Oleh Oknum Polantas

Saat masa kekuasaan Sultanah Tajul Alam Syafiatuddin Syah, tambang emas dibangun di Geumpang (Pidie).

Di dalam Sungai Geumpang yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Sigli berhasil ditemukan emas urai.

Untuk diketahui, emas urai tersebut adalah salah satu komoditas perniagaan Aceh yang sangat maju kala itu. Bahkan karena saking besarnya, VOC menjadi tukang seludup emas urai.

Kemudian, mereka meminta memonopoli perdagangan emas urai. Namun, hal tersebut ditolak oleh Sultanah. Aceh Darussalam tetap hanya bersedia berniaga emas dengan mitra lamanya yaitu Inggris, India, Parsia, Arab, dan Tionghoa.

Jadi, selama peperangan dengan Belanda, penambangan emas dihentikan.

Sebagai informasi tambahan, berikut daftar Kota Provinsi Aceh yang perlu diketahui.

Provinsi Aceh terdiri atas beberapa kota dan kabupaten. Adapun berikut ini kota di wilayah Aceh:

– Kota Banda Aceh

– Kota Lhokseumawe

– Kota Langsa
– Kota Sabang

– Kota Subulussalam

Selain kota, Provinsi Aceh juga memiliki sejumlah kabupaten, yaitu :

– Kabupaten Aceh Barat

– Kabupaten Aceh Barat Daya

– Kabupaten Aceh Besar
– Kabupaten Aceh Jaya
– Kabupaten Aceh Singkil

– Kabupaten Aceh Tamiang

– Kabupaten Aceh Selatan
– Kabupaten Aceh Timur

– Kabupaten Aceh Tenggara

– Kabupaten Aceh Tengah

– Kabupaten Aceh Utara
– Kabupaten Bener Meriah

– Kabupaten Bireuen
– Kabupaten Pidie

– Kabupaten Nagan Raya
– Kabupaten Gayo Lues

– Kabupaten Simeulue

– Kabupaten Pidie Jaya

Demikian ulasan mengenai potensi emas di Aceh serta lokasinya. Semoga bermanfaat.

Sumber: rbtv.disway