Jendela PantimuraNanggroe Aceh

Sulfur Milik PT PEMA Dibiarkan Disimpan Di Tempat Terbuka: LBH Iskandar Muda Aceh, Itu Dinilai Berbahaya, Polda Ambil Tindakan

×

Sulfur Milik PT PEMA Dibiarkan Disimpan Di Tempat Terbuka: LBH Iskandar Muda Aceh, Itu Dinilai Berbahaya, Polda Ambil Tindakan

Sebarkan artikel ini
Sulfur Milik PT PEMA Dibiarkan Disimpan Di Tempat Terbuka: LBH Iskandar Muda Aceh, Itu Dinilai Berbahaya, Polda Ambil Tindakan
Tampak Sulfur Milik PT PEMA di Kuala Langsa. (Foto Ist)

INDONESIAGLOBAL, LANGSA – Sulfur milik PT PEMA di Kuala Langsa, saat ini diketahui disimpan pada tempat terbuka.

“Seharusnya, belerang itu disimpan dalam gudang agar tidak tercemar lingkungan dan tidak mengganggu masyarakat sekitar,” ungkap Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (LBH-Iskandar Muda Aceh), Muhammad Nazar.

BANNER

Dia mendesak Polda Aceh atau Dirkrimsus, segera periksa pihak PT PEMA, terkait penampungan Sulfur di Kuala Langsa, dan diduga tidak memiliki ìzin lengkap.

Kata Nazar, dia melihat benda dinilai berbahaya itu, tersimpan hanya menggunakan pagar samping saja, tanpa atap melindungi saat hujan tiba dan berada di tempat terbuka.

BACA JUGA:   Audiensi Political Counsellor Kedubes Inggris Bersama Kapolda Aceh

“Tentunya hal itu sangat riskan bagi masyarakat. Seharusnya, belerang itu harus disimpan dalam gudang tertutup.” Sebab itu, pihaknya meminta Polda Aceh melalui Dirkrimsus, segera melakukan pemeriksaan terkait Sulfur milik PT PEMA, tutur Muhammad Nazar, Sabtu 30 Maret 2024.

Bukan itu saja, menurut pengakuan dari warga sekitar dan wisatawan. Aroma tidak sedap itu, sudah sangat mengganggu.
“Apalagi bagi warga dan para wisatawan mengunjungi Kuala Langsa,” katanya.

Nazar, Alumni Fakultas Hukum Unsam itu menyebutkan, pihaknya sudah dua kali menyambangi lokasi sulfur. “Termasuk tadi pagi (Sabtu),” memang di lokasi itu, dia melihat langsung penyimpananan sulfur berada di Kuala Langsa, disimpan pada tempat terbuka.

BACA JUGA:   BPBD Agara: Lima Desa Terendam Banjir

Apalagi jika benar, dugaan keberadaan sulfur tidak mengantongi izin lengkap dari DLH Kota Langsa, atau belum ada izin dari pemko setempat.

Dia pun menegaskan, Polda Aceh untuk gerak cepat menangani hal itu. Keberadaan sulfur itu, sangat membahayakan penduduk sekitar.

Selain itu, kata Nazar, saat berada di lokasi, aroma Gas H2S diduga dari sulfur, sangat membahayakan udara lingkungan sekitar dan para wisatawan mengunjungi Kuala Langsa

Setahu dia, sulfur milik PT PEMA itu sudah disimpan sejak tahun 2023. Dia menyarankan, lokasi penyimpanan sulfur itu harus diperiksa secepatnya oleh pihak berwajib, demikian.

BACA JUGA:   DPD II Golkar Ajay, Pastikan Koalisi Untuk Pasangan Calon Pilkada

Berita sebelumnya, Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Langsa Zulkarnaini, izin lengkap terhadap tempat penyimpanan Sulfur di Kuala Langsa belum ada.

“Mereka hanya diberi rekomendasi saja oleh DLH Kota,” kata dia.

Terpisah, Direktur Pemasaran PT PEMA, Panca Tri Ramadhani, kepada media ini, Kamis 14 Maret 2024, di Kuala Langsa, mengaku pihaknya sudah memiliki izin untuk menyimpan sulfur.

“Itu sudah dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa,” katanya.

Editor: DEP