INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit saluran pernafasan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menginfeksi paru-paru (TBC paru) atau bagian tubuh lain (TBC ekstra paru), seperti tulang, ginjal, atau otak.
Untuk diketahui, kasus TBC di Aceh mencapai 21.128 kasus. Hal tersebut berdasarkan data kasus TBC dari Dinas Kesehatan Aceh pada tahun 2023, kata dr. Teuku Zulfikar, Spesialis Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan Respirasi Aceh kepada IndonesiaGlobal, Ahad 14 Januari 2024.
Zulfikar menjelaskan, jika kasus paru- paru di Indonesia, khusus di Aceh, masih cukup eksis dan perlu ditindaklanjuti.
Sehingga, diperlukan kerja sama semua pihak untuk terlibat dalam penanggulangan TBC.
Sementara, prevalensi penyakit paru dan saluran pernafasan tinggi. Jenis penyakit paru yang banyak ditemukan di Aceh adalah Tuberculosa atau TB.
Di sisi lain, lanjut Zulfikar, penyakit paru kronik, disebabkan oleh oksigen yang tidak sepenuhnya mengalir ke seluruh tubuh, serta lambatnya aliran udara ke paru- paru yang bisa menyebabkan peradangan, sehingga penderitanya sulit bernapas.
“Dengan kondisi paru-paru yang sudah tidak sempurna lagi keadaannya, maka paru paru menjadi rentan terhadap virus yang langsung menyasar”
“Adapun, virus yang paling sering menyerang paru- paru, seperti influenza atau pnemonia, dimana jaringan paru paru akan rentan terhadap infeksi,” ujar dokter Zulfikar.
Selain itu, ada beberapa jenis penyakit yang ditimbulkan dari infeksi dan peradangan pada paru- paru.
Beberapa jenis penyakit tersebut adalah :
- Jantung
Resiko penyakit jantung, bisa mendekati orang dengan kebiasaan merokok. Sebab, utamanya yang berpengaruh pada pola kerja jantung. - Kanker Paru
Penyakit paru kronik yang tidak juga membaik, akan menyebabkan paru-paru kehilangan fungsi dan dirusak oleh sel kanker yang akan tumbuh pada paru-paru yang sudah terinfeksi. - 3. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi ditimbulkan oleh darah yang mengalir ke dalam paru-paru atau yang disebut dengan Hipertensi Pulmonal. - 4. Depresi
Depresi timbul karena penderita berusaha bernapas menghirup oksigen dengan paru-paru yang tidak berfungsi, sehingga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, depresi bisa menyerang.
Oleh sebab itu, ia mengatakan, untuk melakukan penurunan prevalensi penyakit tersebut, dibutuhkan dukungan semua kalangan dan para ahli Pulmonologi, untuk meningkatkan proses kuratif, yaitu serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan, agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mugkin.
“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit paru, yaitu dengan mengurangi kebiasaan merokok,
meningkatkan kebersihan lingkungan, mengurangi polusi udara, dan menyediakan perumahan yang layak, guna membantu mengurangi prevalensi TBC dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.
Selain itu, Zulfikar menambahkan, jika kerja sama yang baik dan perencanaan yang cermat dari semua pihak juga dinilai penting, sehingga dapat mengurangi penyebaran penyakit TBC, guna mewujudkan Aceh sehat dan bebas TBC.
Kekinian ia berpesan, jika pasien mengalami gejala batuk dan demam dalam jangka waktu lama, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi TBC.
“Utamanya, menjaga kebersihan lingkungan, sebab lingkungan yang sehat merupakan aspek penting dalam memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (MAG)
Editor: Redaksi












