BANNER
Jendela BarselaNanggroe AcehPENDIDIKAN

Kelas Digital MTsS Harapan Bangsa Meulaboh Menjadi Contoh Bagi Sekolah Lain

×

Kelas Digital MTsS Harapan Bangsa Meulaboh Menjadi Contoh Bagi Sekolah Lain

Sebarkan artikel ini
Kelas Digital MTsS Harapan Bangsa Meulaboh Menjadi Contoh Bagi Sekolah Lain
Foto: 20 murid dan guru pendamping SD Negeri 16 Meulaboh ikuti pembelajaran kelas digital. (Ist)

INDONESIAGLOBAL, ACEH BARAT – Hampir dua tahun lamanya Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa Meulaboh menerapkan pembelajaran kelas digital bagi siswa dan siswi di Madrasah setempat.

Kekinian proses pembelajaran tersebut menjadi sampel atau percontohan beberapa Sekolah Dasar (SD) di Aceh Barat. Salah satunya SD Negeri 16 Meulaboh.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Hari ini di madrasah kita kedatangan 20 murid beserta dua guru pendamping SD tersebut, kemudian ada dua orang dosen STAIN TDM yaitu Bahtiar dan Junias melakukan observasi,” kata guru kelas digital Mts Harapan Bangsa, Yetti, Sabtu 18 November 2023.

LIHAT JUGA:   Perselisihan DEMA Dan SEMA UIN Ar-Raniry: M Fakri, Itu Hoax

Dijelaskan, kedatangan para murid tingkat sekolah dasar dan guru itu untuk melihat kondisi riil terhadap implementasi proses belajar mengajar pada kelas digital.

Setiap murid yang hadir ini, langsung dibekali ilmu baru dengan cara praktek mengajar selama 20 menit, menggunakan media pembelajaran model digital interaktive board atau papan tulis sentuh.

“Sebelumnya, kedatangan mereka disambut langsung Kepala MTsS Harapan Bangsa, Faisal, sekaligus memberi pemaparan soal kelas digital secara mendasar, baru masuk ke tahap belajar mengajar” jelas Yetti.

LIHAT JUGA:   Penjudi Online, Diringkus Sat Reskrim Polres Langsa

Sementara itu, Kepala SD Negeri 16 Meulaboh Syarifudin mengatakan, tujuan 20 murid dan guru pendamping itu adalah untuk melakukan studi dan research di lapangan agar dapat dijadikan bahan perencanaan.

“Kita rencana akan mencoba mendirikan kelas digital juga, maka kami meminta kepada guru-guru di sekolah agar memiliki keseriusan,” tutup Syarifudin.

Editor: YUD