HukumNasional

Ketua KPK Bantah Lakukan Pemerasan Terhadap SYL

×

Ketua KPK Bantah Lakukan Pemerasan Terhadap SYL

Sebarkan artikel ini
Alasan Firli Bahuri Cabut Gugatan Praperadilan Kasus Pemerasan
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (Antara foto)

INDONESIAGLOBAL, JAKARTA – Ketua KPK Firli Bahuri membantah melakukan pemerasan kepada mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). SYL pun merespons bantahan Firli tersebut.

“Saya habis diperiksa, tanya aja sama pemeriksa. Aku masih diborgol, hampir setiap hari diperiksa. Saya siap lah,” kata SYL di Gedung KPK, Jumat 17 November 2023.

ADVERTISEMENTS
BANNER

SYL mengaku siap menghadapi persoalannya. Dia enggan mengomentari lebih lanjut soal bantahan Firli.

“Ada masalah kan saya siap,” ujarnya.

Sebelumnya, Firli buka suara setelah diperiksa terkait dugaan pemerasan terhadap SYL. Firli mengatakan tidak pernah melakukan pemerasan ataupun menerima suap terkait penanganan kasus di Kementerian Pertanian (Kementan).

LIHAT JUGA:   Kasus Penerimaan Uang Politik, KPK Periksa Muhdlor

“Saya Firli Bahuri menyatakan bahwa tidak pernah ada kegiatan memeras, gratifikasi, dan suap,” kata Firli dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (17/11).

Firli juga mengatakan tidak ada benda yang disita dari rumahnya saat digeledah polisi. Firli berharap kasus ini segera tuntas.

“Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah Firli Bahuri, tidak ditemukan benda sitaan terkait penanganan permasalahan hukum di Kementerian Pertanian RI pada tahun 2020 sampai dengan 2023. Mari bersama wujudkan keadilan dan kepastian hukum karena saya harus menuntaskan perkara-perkara korupsi yang masih menumpuk, terutama kasus-kasus besar yang menunggu untuk diselesaikan di tempat saya dan rekan pimpinan lain bekerja,” ujarnya.

LIHAT JUGA:   Karyawan Bank Gelapkan Uang Titipan BI Untuk Judi Online

Kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap SYL ini mencuat saat KPK melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementan. Adapun SYL telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan ditahan KPK.

SYL diduga melakukan pemerasan, menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). SYL diduga menerima setoran USD 4.000 sampai 10.000 setiap bulan dari bawahannya.

Sementara, kasus dugaan pemerasan terhadap SYL ditangani oleh Polda Metro Jaya. Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Firli. Polisi juga sudah menggeledah rumah pribadi dan rumah rehat Firli.

Sumber: Detik.com

KM Umsini Terbakar
Nasional

INDONESIAGLOBAL – Hari masih pagi benar, sekitar pukul 05.30 Wita. Edi, seperti ribuan penumpang KM Umsini lainnya, masih terlelap saat…