BANNER
HukumNanggroe Aceh

Diduga Terlibat Bisnis Narkoba, Oknum Caleg DPRK Aceh Timur Ditangkap Polisi

×

Diduga Terlibat Bisnis Narkoba, Oknum Caleg DPRK Aceh Timur Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Diduga Terlibat Bisnis Narkoba, Oknum Caleg DPRK Aceh Timur Ditangkap Polisi
Kapolres AKBP Andy Rahmansyah memperlihatkan pelaku dan barang bukti sabu-sabu di Mapolres Aceh Timur. (Ist)

INDONESIAGLOBAL, ACEH TIMUR – Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, membekuk satu orang oknum Calon Legeslatif masuk daftar pencarian (DPO) polisi, atas dugaan kepemilikan 20 kilogram narkoba jenis sabu-sabu.

Informasi dihimpun IndoenesiaGlobal, DPO polisi itu diduga kuat sebagai bandar sabu. Dia seorang calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, akan maju pada Pemilu 2024 dari salah satu partai nasional.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, Kamis 16 November 2023, membenarkan penangkapan oknum caleg itu, inisial ZL, 34 tahun, warga Desa Tanah Ano, Kecamatan Idi Rayeuk, kabupaten setempat.

Kata kapolres, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, menangkap ZL pada Selasa 15 November 2023, sekira pukul 5.00 WIB, tanpa perlawanan.

LIHAT JUGA:   Tiga Rumah Warga di Aceh Tenggara Ludes Terbakar

Perwira menengah kepolisian itu menjelaskan, ZL merupakan orang dicari selama ini. “Dia masuk daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh, sejak setahun terakhir.”

Ungkap AKBP Andy, penangkapan ZL berawal dari pemberitaan media massa dan media sosial. Dalam pemberitaan, dia disebut merupakan DPO terkait narkoba dan mencalonkan diri sebagai Caleg DPRK Aceh Timur pada Pemilu 2024.

Kemudian, memerintahkan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur, melakukan konfirmasi terkait status DPO itu kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh terkait kebenaran berita tersebut.

LIHAT JUGA:   Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, Jabat Kasat Reskrim Polres Aceh Timur

Dari hasil konfirmasi, kata Andy Rahmansyah, didapat keterangan ZL merupakan DPO Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh, atas kepemilikan 20 kilogram sabu-sabu. “ZL ditetapkan masuk DPO sejak 20 November 2022,” katanya.

Kemudian, lanjut kapolres, usai menerima konfirmasi itu, ia memerintahkan Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur menyelidiki keberadaan ZL.

Memastikan keberadaan caleg masuk DPO itu, kata dia, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur langsung menangkap.

“Kekinian, ZL dibawa ke Mapolres Aceh Timur, dan akan diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh, guna proses hukum lebih lanjut,” demikian Andy. (MAG/Yud)

Editor: DEPP