BANNER
Banda AcehHukumNanggroe Aceh

Vonis Bebas, Lima Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Samudera Pasai

×

Vonis Bebas, Lima Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Samudera Pasai

Sebarkan artikel ini
Vonis Bebas, Lima Terdakwa Dugaan Kasus Korupsi Samudera Pasai
Foto: Putusan Vonis Bebas terhadap lima terdakwa, terkait kasus Monumen Samudera Pasai, Aceh Utara. (IndonesiaGlobal/Cut Silvi)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh menjatuhkan vonis bebas, terhadap lima terdakwa, terkait kasus dugaan korupsi Monumen Samudera Pasai di Aceh Utara, Selasa 14 November 2023.

Sementara, putusan hakim dibaca bergantian oleh majelis hakim terdiri dari Daddy, R Hendral dan Sadri.

ADVERTISEMENTS
BANNER

Diketahui, kelima terdakwa, yakni Fatahillah Bandli selaku kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara tahun 2012-2016, Nurliana selaku pejabat pembuat komitmen, Poniem selaku konsultan pengawas, serta T Maimun dan T Reza Felanda selaku kontraktor pelaksana.

“Dinyatakan tidak terbukti bersalah atas dugaan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan primer dan subsider Jaksa Penuntut Umum (JPU),” jelas Majelis Hakim dalam sidang.

Sebelumnya, lima terdakwa kasus korupsi Monumen Samudera Pasai, Aceh Utara dituntut hukuman berbeda.

LIHAT JUGA:   Waktu Cepat, Pelaku Pencurian Motor di Nagan Raya Diringkus Polisi

Sebagai informasi, pada fakta persidangan, terdakwa Poniem terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dituntut hukuman penjara 10 tahun dan denda 750 juta. membayar uang pengganti Rp 950 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar dalam satu bulan maka seluruh harta benda akan disita atau jika tidak mencukupi maka akan diganti dengan kurungan penjara, selama lima tahun tiga bulan.

Selanjutnya, Terdakwa T Reza Felanda, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dengan denda Rp 750 juta. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana enam bulan penjara serta membayar uang pengganti sekira Rp 18 miliar lebih dan apabila tidak dibayar dalam satu bulan, maka akan diganti kurungan selama enam tahun.

LIHAT JUGA:   621,38 Gram Peredaran Sabu, Digagalkan Kapolsek Dewantara

Kemudian, Terdakwa Nuriana dan Badli, dituntut pidana penjara selama 12 tahun dengan denda senilai Rp 750 juta subsider enam bulan.

Terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 254 juta dalam waktu satu bulan setelah ditetapkan, maka apabila tidak dibayar akan diganti dengan penjara enam tahun.

Lalu, Terdakwa T maimun dituntut hukuman penjara selama 16 tahun dan membayar denda sekira Rp 750, kemudian membayar uang pengganti sebesar Rp 25 miliar,dan apabila tidak tercukupi diganti penjara delapan tahun.

“Maka, total kerugian negara terkait kasus tersebut mencapai Rp 44 miliar berdasarkan Penghitungan Kerugian Negara dari ahli.

Pengamatan IndonesiaGlobal, sidang turut dihadiri para terdakwa beserta masing-masing kuasa hukum, sekian. (MAG)

Editro : YUD