BANNER
Banda AcehNanggroe Aceh

Jubir Pemerintah Aceh, MTA : Diduga Ada Oknum TAPA Ingin Menjebak Gubernur

×

Jubir Pemerintah Aceh, MTA : Diduga Ada Oknum TAPA Ingin Menjebak Gubernur

Sebarkan artikel ini
Jubir Pemerintah Aceh, MTA Dugaan Adanya Oknum TAPA Ingin Menjebak Gubernur
Jubir Pemerintah Aceh Muhammad MTA. (Cut Silvia/IndonesiaGlobal)

INDONESIAGLOBAL, BANDA ACEH – Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, diduga tengah dijebak oknum Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2024, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, angkat bicara.

MTA mengatakan, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki menolak kesepakatan antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), mengenai pembagian Otsus Aceh senilai 80:20 persen untuk Kabupaten/Kota.

ADVERTISEMENTS
BANNER

“Sementara sebelumnya ditetapkan sebesar 60:40 persen,” ujar MTA saat dihubungi IndonesiaGlobal, Rabu 15 November 2023.

Menurut MTA, dengan memperbesar porsi pengelolaan DOKA menjadi 80 persen, Pemerintah Aceh akan mendapat dana tambahan sekira Rp 400 miliar.

LIHAT JUGA:   Warga Aceh Besar, Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Air Bersih

“Uang inilah yang diincar anggota parlemen, untuk dikelola lewat mekanisme pokok pikiran,” ujar Jubir MTA.

Lebih lanjut, kata dia terkait kebijakan anggaran 2024 tidak mungkin digunakan untuk pelunasan utang terhadap JKA.

“Anggaran JKA 2024 bahkan digunakan untuk keperluan lain termasuk pokir dewan, seperti penggunaan yang dilakukan oleh dewan pada tahun 2023,” tambahnya.

MTA menambahkan, jika penggunaan anggaran JKA untuk pokir pada tahun 2023, telah mengganggu berbagai program pembangunan lain, mengakibatkan potensi utang tahun berjalan terhadap JKA, menjadi beban utang tahun selanjutnya.

“Disini kita memandang aneh, padahal R-APBA 2024, menuang berbagai arah kebijakan anggaran, termasuk hal-hal strategis, seperti yang dipermasalahkan oleh dewan.

LIHAT JUGA:   621,38 Gram Peredaran Sabu, Digagalkan Kapolsek Dewantara

Bagaimana dewan mempermasalahkan dengan menuduh Achmad Marzuki tidak responsif, padahal R-APBA sendiri tidak dibahas,” tegas MTA.

Seharusnya, R-APBA dibahas bersama TAPA. Selanjutnya dalam pembahasan akan terlihat, Daftar Inventaris Masalah (DIM) dari RAPBA yang membutuhkan arah kebijakan untuk ditindaklanjuti.

MTA mengatakan, TAPA akan melaporkan kepada Pj Gubernur, terkait hasil pembahasan bersama Banggar dari berbagai macam DIM.

Sayangnya, menurut MTA, hingga saat ini TAPA tidak melaporkan hasil pembahasan dengan Banggar, karena R-APBA sama sekali tidak dibahas.

Akhir MTA menilai, dewan tidak menjalankan fungsi tugas secara baik, demikian. (MNG)

Editor: YUD