Jendela Barsela

Ramli SE: Telan Anggaran Rp11 Miliar, Bangunan RSUD Cut Nyak Dhien Bocor Diduga Tidak Sesuai Spek

×

Ramli SE: Telan Anggaran Rp11 Miliar, Bangunan RSUD Cut Nyak Dhien Bocor Diduga Tidak Sesuai Spek

Sebarkan artikel ini
Foto: RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh. (Ist)

IG.NET, ACEH BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD-CND) Meulaboh, Kamis 21 September 2023.

Diketahui, sidak dilakukan itu, berawal dari informasi warga setempat mengenai adanya kerusakan berat pada bagian atap beton penutup bangunan gedung RS yang bocor saat hujan mengguyur.

Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Ramli SE mengatakan, kerusakan terjadi pada konstruksi bangunan di RSUD-CND diduga tidak sesuai spesifikasi anggaran dikucurkan Tahun 2021 lalu, sebesar 11 Miliar.

“Kita menerima laporan dari masyarakat dan pasien bahwa tadi malam, lantai serta beberapa ruang rawat inap banjir karena atap beton bocor, lift juga rusak dan satu orang terjebak dalam lift,” katanya.

Dia menjelaskan, terdapat tiga unit gedung baru di RS tersebut diangarkan untuk pembangunan, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBK Aceh Barat sebesar Rp23 miliar pada tahun berbeda-beda.

Ke tiga gedung tersebut, Rp11 miliar diperuntukkan untuk pembangunan gedung bangunan yang mengalami kerusakan atap beton itu, sementara Rp12 miliar dikucurkan untuk pembangunan dua gedung lain.

LIHAT JUGA:   Indeks SPBE Aceh Jaya 2025 Naik, Raih Predikat Baik

“Khusus pada gedung dengan dana Rp11 miliar ini belum sampai tiga tahun, sudah rusak. Maka dari itu patut diselidiki lebih lanjut dengan cara mengaudit anggaran pembangunan ke tiga unit gedung,” jelas dia.

Padahal sebelumnya, kata dia, DPRK Aceh Barat sudah meminta kepada pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, untuk mengaudit.

Namun, ternyata “BPKP Aceh, tidak mengaudit lantaran terkait pembangunan itu bukanlah ranah pihak RSUD-CND Meulaboh, ini leading sektor dilakukan Dinas Kesehatan,” kata Ramli.

“Tahun 2024 kami akan menganggarkan kembali dana dan mengaudit khusus tiga unit gedung itu, bila ada kerugian biar BPKP Aceh menjawab semua, kalau nanti sudah ada hasil dan ditemukan kerugian pasti akan dibawa ke ranah hukum,” pungkasnya.

Di tempat sama, Direktur RSUD-CND Meulaboh dokter Ilum Anam, mengaku pihaknya mengetahui gedung tersebut selama ini tidak layak pakai dan belum serahterima. “Sejak April 2023 gedung ini digunakan, sebenarnya kami sangat dilema atas pemakaian gedung satu ini, tetapi karena pasien membludak ya terpaksa dipakai. Ini saja masih menumpuk pasien di UGD,” ungkap Ilum.

LIHAT JUGA:   Indeks SPBE Aceh Jaya 2025 Naik, Raih Predikat Baik

Menurut dia, meski belum ada serahterima gedung tersebut dari Dinas Kesehatan kepada RSUD-CND Meulaboh, pihaknya sendiri berinisiatif memakai gedung itu demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Mungkin ada beberapa hal ingin diselesaikan, makanya belum ada serah terima, seperti bocor dan lain-lain, tatapi satu sisi pihak RS dan pasien sangat membutuhkan,” ujar Ilum.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Syarifah Junaidah kepada IndonesiaGlobal, Kamis petang, membenarkan adanya genangan air pada di lantai dan kerusakan pada lift di salah satu gedung RSUD-CND tersebut.

“Saya belum bisa pastikan apa penyebabnya, bisa saja karena tersumbat sampah saluran air di atas, bukan karena bocor atap. Besok Jumat pagi saya dengan tim akan pastikan lebih lanjut,” jawabnya.

Editor: RM Adens