BANNER
Nanggroe Aceh

Viral Kelompok Begal Gunakan Sajam, Kapolresta Banda Aceh: Ini Kronologisnya

×

Viral Kelompok Begal Gunakan Sajam, Kapolresta Banda Aceh: Ini Kronologisnya

Sebarkan artikel ini
Foto: Kapolresta Banda Aceh klarifikasi informasi pembegalan dilakukan sejumlah remaja di kawasan Banda Aceh (Cut Silvia/IndonesiaGlobal).

viralnya tiga pelajar, telah diamankan Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh di kawasan Jembatan Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Minggu 30 Juli 2023, bukan merupakan video lama, dan bukan kelompok pembegalan.

“Ini bukan pembegalan seperti diberitakan, tetapi para pelajar tersebut hendak melakukan tawuran antar kelompok geng motor,” beber Fahmi.

ADVERTISEMENTS
BANNER

 

IG.NET, BANDA ACEH – Viralnya kembali dokumentasi kelompok pembegalan menggunakan senjata tajam, menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat.

Diketahui, dalam dokumentasi beredar itu milik Kapolsek Baitussalam, sebelumnya pernah di ekspose awak media, pada 4 dan 15 Agustus 2023.

“Kekinian, dokumentasi itu kembali tersebar melalui WAG di kalangan warga, sehingga menyebabkan kepanikan, seakan-akan kejadian tersebut baru terjadi,” ungkap Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, Jumat 15 September 2023.

Fahmi pun membenarkan jika dokumentasi beredar itu dari Humas Polresta Banda Aceh, dirilis pada tanggal 4 dan 15 Agustus 2023, melalui WAG resmi Polresta Banda Aceh kepada para media. Namun, dengan tersebarnya kembali dokumentasi tersebut, kata Fahmi, seakan-akan itu kejadian baru saja terjadi.

Kata dia, “Kita harus mewaspadai setiap aksi kejahatan menyebabkan keresahan masyarakat,” harap Kapolresta Fahmi, mejelaskan tindaklanjut penanganan sejumlah pelajar membawa sajam beberapa waktu silam, itu telah dilakukan.

Kata dia, sejumlah pembinaan juga ditempuh polsek setempat dengan melibatkan perangkat desa serta orang tua dari anak-anak memiliki keterlibatan dalam kelompok genk motor.

Ini bukan pembegalan seperti diberitakan, tetapi para pelajar tersebut hendak melakukan tawuran antar kelompok geng motor,” beber Fahmi.

Untuk diketahui, saat ini seluruh pelajar telah dikembalikan kepada keluarga oleh Muspika Syiah Kuala dan Baitussalam.
Selesainya hal tersebut, dikatakan kapolresta, upaya itu tidak terlepas berkat pembinaan personel Polsek Syiah Kuala dan Baitussalam.

Foto: Kaopresta, Ini bukan pembegalan seperti diberitakan, tetapi para pelajar tersebut hendak melakukan tawuran. (Ist)

“Mereka diberikan berupa bimbingan rohani dengan pelaksanaan ibadah shalat berjamaah di Mushala.” Selain itu,
kontroling harus tetap dilakukan oleh Bhabinkamtibmas setiap harinya.

“Sebab, jika hal itu masih terjadi, maka akan dilakukan penyidikan ulang kembali di kantor Polisi,” tegasnya, Menyatakan peran orang tua memiliki arti penting, dan pihak sekolah bertugas langsung memberi pengawasan kepada pelajar.”

Ini, pesan Fahmi agar tidak terjerumus dalam hal negatif. Seperti tawuran, judi online, isap lem, kejahatan narkoba, dan tindak pidana lain akan merugikan diri sendiri pun orang lain.

Sementara itu, lanjut dia, viralnya tiga pelajar, telah diamankan Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh di kawasan Jembatan Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Minggu 30 Juli 2023, bukan merupakan video lama, dan bukan kelompok pembegalan.

Fahmi menjelaskan, saat kejadian petugas berhasil mengamankan barang bukti, berupa senjata tajam yakni celurit dari tangan pelaku.

“Hati-hati,” kata Fahmi efek dari tawuran itu dapat mengakibatkan cedera serius, bahkan kematian. Parahnya lagi paska tawuran terjadi, itu akan menyebabkan trauma berat. “Baik fisik pun psikologis.” Trauma ini, tambah dia dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kinerja akademik di sekolah.

Adapun hasil data dilakukan Polresta Banda Aceh pada kelompok remaja sering melakukan aksi balap liar dan tawuran, antaranya Rentina (Remaja Anti Narkoba), B2C (Kelompok Clover Community), IKAO (Ikatan Keluarga Anti Onar), PGH (Persatuan Garuda Hitam), GSX (Glemori Solidaritas Xo), CSD (Comunitas Satu Darah), FBA ( Family Brother Aceh), BRC (Bayangan Biru Community), Askota Kuta Alam dan Lebah Kecil.

Fahmi pun mengimbau, kepada pelajar serta pemuda agar tidak terlibat dan terpengaruh pada kelompok-kelompok tersebut. Sebab, sejatinya pelajar itu merupakan generasi penerus bangsa yang berdaya guna.

“Bukan malah sebaliknya, memiliki keterlibatan dalam aksi tawuran atau atau genk motor terkesan menggambarkan bobroknya moral bangsa,” tutup Kombes Pol Fahmi. (MAG)

Editor: DEPP

LIHAT JUGA:   Jenguk Teman Di Penjara, Malah Kena Tangkap Polisi