Jendela Barsela

Proyek APBN Aceh Barat, Dinilai Abaikan Kepentingan Masyarakat

×

Proyek APBN Aceh Barat, Dinilai Abaikan Kepentingan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto : Pamflet pekerjaan tidak tercantum nilai kontrak. (Reza/IndonesiaGlobal)

IG.NET, ACEH BARAT – Proyek Pembangunan Pengaman Pantai di Desa Pasir dan Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, dinilai timbulkan keresahan warga.

“Pasalnya, kian hari proyek tersebut memberikan dampak buruk disebabkan akses jalan warga rusak parah dan berdebu akibat di lintasi truk molen dan truk berisi batu gajah.”

Itu diungkap Nurhasanah, 45 tahun, dan beberapa Warga Desa Ujong Kalak, Lingkungan Dua, kepada IndonesiaGlobal, Sabtu 2 September 2023.

Kondisi jalan rusak akibat truk molen dan truk batu gajah. (Reza/IndonesiaGlobal)

Kata dia, selama proyek tanggul itu berjalan, pihak perusahaan selaku penanggungjawab tidak memperhatikan dan terkesan tidak peduli terhadap kepentingan masyarakat.

Akibat ketidakpedulian itu, menyebabkan berbagai aktivitas kehidupan masyarakat terkendala.”Bahkan ada warga mengalami kecelakaan saat mengantar anaknya ke sekolah akibat jalan berlubang, becek dan lumpur.” Katanya.

Selain itu, rumah milik masyarakat sekitar berdebu, otomatis terhisap oleh warga, tambah Nur dan beberapa warga lainnya turut mengatakan, jika akses jalan warga di Lingkungan Dua Desa Ujong Kalak berdekatan dengan Pantai Batu Putih, selama ini belum pernah tersentuh aspal, “Tetapi tidak hancur jalannya seperti sekarang,” ujar mereka nada kesal.

Kata beberapa warga dari kaum emak-emak itu, walau tak beraspal, dulu tidak separah ini rusaknya, “Kami kaum ibu kemarin langsung bertindak memblokade jalan sebagai tanda peringatan,” setelah itu baru mereka perbaiki, “Tetapi tidak sempurna, hanya dua dump truk tanah timbunan saja,” kata mereka.

Foto : Masyarakat Desa Ujong Kalak, Lingkungan Dua, mengeluh rusaknya akses jalan warga. (Reza/IndonesiaGlobal)

Terpisah, Kepala Desa Ujong Kalak, Muhammad Ali, ditemui IndonesiaGlobal membenarkan beberapa hari lalu menerima laporan dari masyarakat, terkait akses jalan warga rusak dan berlubang.

Kata dia, kita sudah cek ke lokasi, dan kita sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan untuk dapat diperbaiki segera mungkin. “Nanti kalau sudah diperbaiki, kita minta untuk disiram selalu jalan tersebut.”

Ali menjelaskan, proyek pembangunan tanggul atau pengaman pantai itu berada pada dua desa, yaitu Desa Ujong Kalak dan Desa Pasir, Meulaboh. “Proyek tersebut dikerjakan PT Arafah Alam Sejahtera dengan jarak panjang pembangunan sekira satu kilometer,” kata dia.

Untuk material batu gajah, Ali menyebutkan dari Lamno Kabupaten Aceh Jaya, dan kerab melintas di lingkungan dua desa tersebut. “Sementara untuk pembangunan tersebut, itu sudah berjalan sekira tiga bulan,” ucapnya.

Terkait masalah jalan rusak, ia menegaskan pihak perusahaan berjanji akan menangani perbaikan jalan dimaksud. “Kita tunggu tiga hari ke depan nanti pada 5 September 2023,” pastinya, sebagai aparatur pemerintah desa, dia mendukung permintaan masyarakat dan sepenuhnya juga mendukung pembangunan pengaman pantai hingga selesai.

Sebab menurut Ali, pengaman pantai itu sangat penting bagi masyarakat. “Namun demikian, ia berharap perusahaan jangan sampai lepas tanggungjawab menjaga akses jalan warga agar tetap kondusif selama proyek berlanjut,” tegasnya.

Foto : Warga saat melintas di jalan rusak. (Reza/IndonesiaGlobal)

Pengamatan IndonesiaGlobal di lokasi pembangunan tanggul sumber dana APBN tahun Anggaran 2023 dialokasikan melalui Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera I, baru tertangani sekira 200 meter.

Namun di lokasi tidak terlihat satupun pamflet proyek terkait pekerjaan tersebut. Saat ditelusuri lebih jauh, ternyata pamflet itu berada di area mess pekerja, dan terlihat tidak tertulis besaran anggaran nilai kontrak pekerjaan tersebut.

Hanafi, ditemui mengaku sebagai pelaksana proyek saat disinggung terkait pamflet dimaksud, mengatakan tidak mempunyai wewenang menjawab berbagai pertanyaan wartawan.

Kata dia, “Plang nilai anggaran, itu saya kurang tahu, kalau ditanya sama kami, ya enggak ada jawaban. Langsung saja ke Direktur PT Arafah Alam Sejahtera di Banda Aceh,” jawabnya singkat.

Hingga berita ini tayang, pihak disebut Hanafi sebagi direktur, saat dilakukan konfirmasi, belum menjawab panggilan dan pesan WhatsApp IndonesiaGlobal, sejak Sabtu 2 September 2023 kemarin.

Editor : DEPP