Jendela Ala

Telan Anggaran Capai Ratusan Juta, Kantor Camat Bukit Tusam Belum Fungsi : Ada Alat Hisap Narkoba Ditemukan

×

Telan Anggaran Capai Ratusan Juta, Kantor Camat Bukit Tusam Belum Fungsi : Ada Alat Hisap Narkoba Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Foto : Kantor camat baru, belum berfungsi (Pardi/IndonesiaGlobal)

IG.NET, ACEH TENGGARA – Telan anggaran capai ratusan juta rupiah, bangunan Kantor Camat Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, baru setahun selesai dibangun terlihat tak berfungsi.

Pengamatan IndonesiaGlobal, bangunan kantor camat dibangun di Desa Tenembak Bintang, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara itu tampak ditumbuhi rumput liar, dan semak belukar menjalar.

Jika dilihat secara langsung, untuk lokasi tersebut sangat strategis, lahannya cukup luas, posisinya berhadapan langsung dengan Puskesmas Lawe Dua, dan akses pelayanan masyarakat juga sangat mudah.

Namun sayang, saat memasuki dalam bangunan megah itu, di dalam bangunan tersebut ditemukan beberapa alat hisap narkoba (Bong) jenis sabu. Bukan itu saja, lembaran kartu remi atau joker, tampak berserakan di lantai gedung kantor itu.

Foto : Temuan alat hisap narkoba (Bong) jenis sabu. (Pardi/IndonesiaGlobal)

Berdasarkan penelusuran wartawan IndonesiaGlobal di halaman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Tenggara, pembangunan kantor ini diketahui bersumber angaran APBD tahun 2021, pagu Rp465 juta. Sedangkan tahap kedua, dengan nilai Rp189 juta, untuk tahun 2022.

Terpisah, Camat Bukit Tusam, Hasmi Zuhrianto, saat dikonfirmasi IndonesiaGlobal, Selasa 29 Agustus 2023, membenarkan pembangunan kantor camat baru itu dilakukan pada tahun 2021.

Dia menjelaskan, bangunan itu belum difungsikan, karena belum ada perintah dari pimpinan, “Belum ada serah terima,” ungkap Hasmi.

Selain itu, kata Hasmi, terkait bangunan, dia mengaku sudah melapor kepada pimpinan yang lama, “Namun untuk sekarang belum ada laporan dari pimpinan baru.” Menurut Hasmi, dalam pembangunan Kantor Camat Bukit Tusam ini, melihat belum ada pengaman besi bangunan, atau jerjak. Dan ruangan rapat dinilai belum memadai. “Apalagi jika kantor tanpa ruang rapat, gawat tu,” ucap Hasmi.

Sementara Padli, Kabag Pembangunan Setdakab Aceh Tenggara, menjelaskan pembangun kantor camat itu tak difungsikan, karena bangunan belum maksimal. “Sebab, halaman depan belum ada paving block,” katanya, seraya menyatakan juga dana tidak ada lagi.

Foto : Temuan lainnya di kantor camat belum fungsi (Pardi/IndonesiaGlobal)

Makanya, kata dia kita coba anggarkan lagi pembangunan paving block untuk halaman kantor camat tersebut pada tahun 2023 ini, atau bisa pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Padli juga menjelaskan, kantor camat baru itu dibangun melalui dana dua tahun anggaran, yakni tahun 2021 dan tahun 2022 lalu. Untuk tahun 2022 lalu, kata dia dianggarkan senilai Rp175 juta, namun untuk anggaran proyek 2021 lalu, dia mengaku tak mengingat besaran dana proyek tersebut.

Padli bejanji akan menyampaikan terkait bangunan itu kepada Sekda. “Besok kami akan mengatakan ke Sekda, terkait bangunan itu supaya bisa di fungsikan,” tutupnya. (MAG)

Editor : DEPP

388 Mahasiswa UGL Aceh Diwisuda
Jendela Ala

INDONESIAGLOBAL, ACEH TENGGARA – 388 lulusan dari berbagai program bidang studi (Prodi) di lingkungan Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh mengikuti…