IG.NET, Meulaboh– Untuk mengatasi persoalan kemiskinan warga belahan Barsela, Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh Sabtu 5 Agustus 2023 menyelenggarakan forum curah pendapat di Gedung Kuliah Terintegrasi.
Forum berskala besar perdana ini diikuti para tokoh masyarakat Barsela dari kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.
Adapun para pesertanya terdiri dari tokoh jajaran birokrasi, kepala daerah, praktisi kampus, pimpinan dayah, anggota legislatif, para ekonom, seniman, praktisi pariwisata dan budaya, pengusaha, tokoh pers dan lembaga swadaya masyarakat. Tercatat 13 tokoh memberikan ide, pendapat, dan rekomendasi untuk penyelesaian problematika di belahan Samudera Indonesia ini.
Acara ini dipandu moderator kawakan dari USK Darussalam Saifuddin Bantasyam dan Jurnalis handal Yarmen Dinamika. Antara empat panelis mumpuni dengan para tokoh Barat Selatan Aceh ini saling mengisi dan membahani serta menanggapi deretan permasalahan masyarakat di wilayah ini.
Sosok para Panelis terdiri, Kepala Bappeda Aceh Ahmad Dedek, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, Plh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Asbaruddin dan Antropolog penggagas Ensiklopedi Kebudayaan Aceh mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Bulman Satar.
Rektor Universitas Teuku Umar, Ishak Hasan, mengatakan forum curah pendapat ini suatu wahana terbaik untuk saling mencurahkan pendapat dan pemikiran untuk mencari solusi daripada akar persoalan yang dihadapi warga Barsela.
Rektor mengapresiasi tinggi atas kehadiran para tokoh memenuhi undangan UTU. “Ini dalah kesempatan kita bersama membicarakan berbagai hal,” ucapnya
Katanya, kawasan Barsela ini memiliki rentang potensi cukup baik dalam upaya pemenuhan kesejahteraan rakyat terdiri dari berbagai sektor, perikanan, pertanian, peternakan dan perkebunan.
Untuk itu kita semua harus mendukung dan mengajak para investor berinvestasi di wilayah ini.Laju investasi selama tiga tahun terakhir pada segi industri pertambangan dan pariwisata, mulai terus menggeluat
Begitu pun masih banyak juga tantangan dihadapi hadapan matanya, seperti masih rendahnya pertumbuhan ekonomi, masih tingginya angka kemiskinan, masih rendahnya mutu pendidikan, persoalan kesehatan, lingkungan, rendahnya pertumbuhan dunia pariwisata
sehingga menyulitkan pembangunan dalam upaya mendongkrak angka sejahtera.
Meskipun problematika masih menghadang, tidak menutup kemungkinan melalui kerjasama para ahli dan tokoh masyarakat sepakat, semua bisa diberantas guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Melalui forum ini kita berharap mampu melahirkan sejumlah rekomendasi terpenting sebagai landasan pijak pijak untuk dituangkan dalam berbagai kebijakan pembanguan kawasan Barsela secara berkelanjutan,” pintanya
Ketua Panitia Curah Pendapat Masyarakat Barsela, Afrizal Tjoetra mengatakan, atas dasar kepedulian dan panggilan jiwa tokoh masyarakat yang ikut dalam forum ini, kelak semua akan terlaksana.
Tentu masukan dan pandangan tokoh masyarakat Barsela sangat didambakan, agar UTU dalam mengambil peran konkrit.Kita tahu tujuan penyelenggaraan forum curah pendapat ini tidak lain semata untuk mendiskusikan dan mengatasi berbagai tantangan terjadi selama ini.
Editor: RM Adens













