Jendela Ala

Pemkab Agara, Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid KLA Secara Daring

×

Pemkab Agara, Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid KLA Secara Daring

Sebarkan artikel ini
Foto : Verivikasi Lapangan Hybrib (VLH) Evaluasi dua Kabupaten Layak Anak (KLA) secara daring bersama Kementerian (Supardi/IndonesiaGlobal)

IG.NET, ACEH TENGGARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengikuti Pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid Evakuasi Kabupaten Layak Anak (KLA) 2023, secara daring di Ruang Setdakab, Jumat 26 Mei 2023.

Daring tersebut, dilaksanakan Plt Rini Handayani, Deputi PNA Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KEMENPPA) Republik Indonesia.

Turut hadir, PJ Bupati Agara, Syakir, Kepala Bappeda Yusrijal, selaku Ketua Gugus KLA, Kadis BPPKB Budi Afrijal, sebagai Skretaris Gugus KLA dan beberapa OPD lainnya.

Rini Hamdani, Plt Deputi PNA mengatakan, dalam melaksanakan kebijakan perlindungan anak, pemerintah mendorong semua kabupaten/kota untuk menyelenggarakan perlindungan anak melalui KLA, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 21 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

Dia menjelaskan, KLA merupakan sebuah sistem, maka dalam penyelenggaraannya melibatkan banyak pihak. “Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, media, perguruan tinggi, termasuk anak,” kata Rini.

Sebab, sesuai dengan pengamatan pasal, semua anak di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, semua anak mendapatkan akta kelahiran, dan inimal memiliki tamatan sekolah jenjang SLTA.

“Selain itu, dihindari dari lingkungan, supaya tidak terpengaruh pornografi,” pesan Rini.

Tempat sama, Pj bupati Aceh Tenggara, Syakir mengucapkan rasa syukur atas predikat tertinggi diperoleh pada penilaian KLA tahun 2023.

Kata dia, ini satu kebanggaan buat kami, dan menjadi motivasi dalam proses program pemenuhan hak anak agar dapat hidup tumbuh dan berkembang, sesuai dengan amanah Pasal Nomor 1 Undang-Undang 35 tahun 2014.

Pj bupati menjelaskan, ini sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab Pemkab Aceh Tenggara dalam perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan menjaga harga martabat anak Indonesia, anak  berkualitas, berakhlak mulia serta sejahtera.

Syakir pun berkomitmen dan bertanggungjawab menjamin pemenuhan hak anak, kata dia mulai dari institusi terkecil, dari keluarga, masyarakat, pemerintah desa, hingga pemerintah kabupaten.

“Dengan konsep pembangunan responsif untuk anak.” Dia berharap, program pembangunan dilaksanakan nanti, hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh anak di Aceh Tenggara.

“Maka itu, kita akan terus bersinergi, berkolaborasi dengan Prokopimda dan unsur terkait, untuk menghasilkan Kabupaten Layak Anak (KLA), dan dapat meningkatkan kualitas lebih baik,” tegas Syakir. (MAG)

Editor : DEPP

388 Mahasiswa UGL Aceh Diwisuda
Jendela Ala

INDONESIAGLOBAL, ACEH TENGGARA – 388 lulusan dari berbagai program bidang studi (Prodi) di lingkungan Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh mengikuti…