Agama

Rekam Jejak Digital Di Akhirat Lebih Mengerikan Daripada Dunia

×

Rekam Jejak Digital Di Akhirat Lebih Mengerikan Daripada Dunia

Sebarkan artikel ini

IG.Net, Banda Aceh- Proses Pemutaran Kembali Rekaman Jejak Digitalisasi seorang jamba di akhirat kelak lebih mengerikan lagi daripada kondisi semasa di dunia fana ini, ungkap DR.Aslam ketika menyampai khutbah Shalat idul Fitri Jumat 21 April 2023.

Untuk itu, mumpung para hamba yang bertaqwa baru saja menunaikan ibadah puasa dan kini sudah kembali dalam kondisi fitrah, maka jangan lagi rekam jejak digitalisasi berlandaskan pada keimanan ini dilumuri dengan noda.Umur tak bisa diramalkan, belum tentu kita ini bisa bertemu lagi dengan Bulan Suci Ramadhan yang sama tahun depan.

Ketika berkhutbah di Kampus Muhammadiyah, Banda Aceh, Aslam sempat bersedak dan terisak berkali-kali begitu mengupas tentang jejak digital di akhirat kelak.Saat itu nanti, bukan sekedar dilakukan pemutaran rekaman perbuatan amal baik saja, tapi amal buruk pun di pertontonkan kembali untuk dipertanggungjawabkan. Saat itu semua indera dan organ tubuh ikut memberikan kesaksiannya apa saja yang kita lakukan selama hidup di dunia fana ini, tambahnya

LIHAT JUGA:   Perkuat Kerohanian, BRI KC Tangerang Ahmad Yani Gelar Pengajian Jumat Rutin

Pada Bulan Suci Ramadhan sebulan penuh bagi hamba yang bertaqwa telah mampu meraih imbalah kesucian (kefitrahan) sebagaimana dijanjikan Allah SWT.Level ketaqwaan hanya diberikan kepada hambanya yang berhasil melintasi berbagai training berat sebulan itu.

Ibadah puasa itu adalah milik kita sendiri, namun tetap di bawah pengawasan dan pantauan Allah.Sesungguhnya di balik puasa ini sesungguhnya juga terkandung makna sebuah kejujuran dan manifestasi keperyaan pada diri seorang hamba. Apakah berpuasa atau tidak ketika berada di belakang publik?Warga sekitar tidak tahu, tapi Allah semua tahu baik yang sudah dilakukan atau akan dilakukannya.

Kepercayaan terhadap diri sendiri merupakan modal besar untuk pembangun bangsa ke depan, katanya. Apalagi menghadapi tahun politik pada pemilu 2024 senantiasa meminta keridhaan Allah SWT.Semua sangat tergantung pada niat dan kejujurannya. Semua caleg atau calon pimpinan yang berhasil kelak, harus berani berkomitmen, apakah pasca pemilu mau merusak negeri atau membangun moral bangsa di negara ini agar kita semua memperoleh husnul khatimah?

LIHAT JUGA:   Perkuat Kerohanian, BRI KC Tangerang Ahmad Yani Gelar Pengajian Jumat Rutin

Menurutnya, pada Era digitalisasi sekarang ini gampang sekali kita berbuat apa saja, termasuk menunaikan ibadah zakat bisa langsung klik pada aplikasi Bazis dengan mencantumkan nilai, tanpa harus datang dan melakukan proses ijab kabul lagi dengan amilnya.

Namun katanya, sebaliknya, di era digitalisasi sekarang ini juga bermacam informasi berseleweran di sekitar kita, sehingga nyaris tak tahu membedakan yang mana informasi yang benar dan hoax.Tentu diperlukan kehati- hatian kita untuk memaknainya?

Katib Aslam kembali mengajak amar semua hamba Allah yang bertaqwa pasca ramadhan ini agar senantiasa mengatur langkah ke depan jauh lebih baik lagi guna mampu meraih Husnul khatimah